Jombang, Gerdupapak.com – Universitas Darul Ulum Jombang bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Jawa Timur gelar kegiatan Pemberdayaan Kelembagaan Sosial dalam Peningkatan Kewaspadaan Nasional. Dihadiri oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Direktur Pencegahan BNPT Erfan Idris, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto, Anggota DPR-RI Ema Ummiyatul Chusnah, Rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang Amir Maliki Abitolkha, Perwakilan Pemerintah desa, Perwakilan Ormas, Perwakilan SMA serta Perwakilan LSM.
Kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dilaksanakan oleh Universitas Darul Ulum tentang wawasan kebangsaan yang harus diperkuat, bagaimana generasi milenial harus memiliki jati diri, jangan menjadi korban media sosial karena saat ini berselancar di internet sangat mudah tetapi tidak punya jati diri
Hal ini disampaikan Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Erfan Idris ketika mengawali sambutannya di Aula Universitas Darul Ulum Jombang. Rabu(17/5/23)
” Kita ini bangsa yang besar dan punya empat konsesnsus dasar kebangsaan dengan kearifan lokal sehingga harus memiliki jati diri, karena radikalisme itu seperti virus yang tidak kelihatan tetapi tiba-tiba kita terpapar “, ujarnya
Harapannya ada pendekatan untuk mengajak masyarakat, pemerintah, akademisi, pengusaha serta media. Khusunya media, Jangan hanya headlinenya saja yang dilihat tetapi bagaimana anda membaca, bagaimana anda memahami serta siapa sumber berita tersebut. Jika tidak jelas sumber beritanya itulah yang biasa memprovokasi. Indonesia ini sangatlah besar dan mudah untuk disusupi berbagai macam paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila
” Kegiatan ini yang ditekankan adalah keberlanjutannya, kalau hanya satu kali tidak akan ada efeknya. Tetapi bagaimana mahasiswa baik secara pribadi maupun kelembagaan, mungkin kelembagaan perguruan tinggi menindaklanjuti. Seperti memasukan kedalam kurikulum atau sesering mungkin diadakan pelatihan yang menghadirkan Kesbangpol, perguruan tinggi, BNPT serta pemerintahan terkait bagaimana mencerahkan generasi penerus. Mereka tidak salah, tetapi mereka mencari menu lain. Akhirnya jika tidak ada menu lain diatas meja mereka selain menu radikal maka itu yang terpapar, sehingga kita harus melengkapi menu-menu mereka dengan kearifan lokal, kebhinnekaan serta agama “, tuturnya
Ditempat sama, Kepala Bakesbangpol Provinsi Jawa Timur Eddy Supriyanto ketika diwawancarai menyampaikan, Kegiatan ini merupakan sinergi antara pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan Universitas Darul Ulum, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme serta Pemerintah Kabupaten Jombang dalam rangka memberikan pembekalan kepada para siswa, mahasiswa, santri, tokoh masyarakat, ulama.
” Kita bersama-sama untuk menangkal serta mencegah paham radikal supaya tidak masuk ke Jombang dan kita bisa membangun bersama kerukunan, kebersamaan serta persatuan supaya Jombang aman “, jelasnya
Harapannya kegiatan ini bisa dikembangkan ke tempat-tempat lain seperti pondok pesantren, universitas lainya serta daerah lainnya. Sehingga kebersamaan antara pemerintah, civitas, pihak kampus, pondok pesantren, masyarakat dalam membangun keamanan dapat terwujud serta para siswa maupun mahasiswa dapat belajar dengan baik untuk menerima tongkat estafet kepemimpinan di masa depan.

Sementara itu, Rektor Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang Amir Maliki Abitolkha ketika diwawancarai menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan karena tahun politik dan mencegah agar tidak terpengaruh sebab banyak isu liar. Undar mempunyai kerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT), tentu program BNPT tidak ada unsur terorisnya dan menggunakan prinsip pencegahan waspada nasional. Pada dasarnya hal tersebut konsep sederhana kehidupan berbangsa dan bernegara tetap dijaga.
” Munculnya radikalisme dan terorisme susah untuk dideteksi, bisa ada dimana saja, kapan saja. Karena itu kita mengundang dari unsur pondok pesantren, ormas, LSM, dan mahasiswa guna membangun kefahaman bahwa tugas menjaga kewaspadaan nasional menjadi tugas bersama,” Ungkapnya
Menurut Amir, yang dapat disumbangkan oleh Undar seperti pemikiran dan kajian akademik. Maka dari itu, terkait MoU tersebut Undar mengajak BNPT dan Bakesbangpol untuk membuat kegiatan secara bersama-sama. Konteks yang menjadi domain program pokok sekaligus menjadi 1 judul yaitu menjaga dan mengembangkan kewaspadaan nasional.
” Undar juga memberi pemahaman tentang modernisasi agama melalui memberikan kajian, kerjasama dengan para pihak. Undar merupakan kampus trisula yakni kampus akademik, thoriqoh, lingkup pondok, Undar mempunyai ciri khas tersendiri yaitu setiap Senin pon seluruh rektor, wakil rektor, dosen wajib memakai sarung. Pesan saya, mahasiswa untuk lebih berpedoman pada trisula, aktualisasikan disetiap spek kehidupan “, pungkasnya (Zul/Nyf)





