Jombang, Gerdupapak.Com – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Timur gelar Sekolah Lapangan Iklim Operasional Provinsi Jawa Timur 2023 di Kabupaten Jombang, dihadiri oleh Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno, Widyaiswara Utama BMKG Jaumil Achyar Dewatoro Situmeang, Asisten 3 Pemkab Jombang Subandriyah, Kepala Dinas Pertanian Jombang Much. Rony, Dandim 0814 Jombang diwakili Danramil Tembelang Kapten Edi Sutrino, Kapolres Jombang diwakili Kasat Binmas Polres Jombang AKP. Tri Sulo Hadi Warjianto serta segenap Tamu undangan.

Saya berharap keberadaan sekolah iklim yang diadakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Jawa Timur benar-benar bisa meningkatkan produktifitas dari tanaman yang ditanam oleh para petani, tentunya kerjasama dan bimbingan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Jombang.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR-RI Sadarestuwati ketika membuka Kegiatan Sekolah Iklim yang bertempat di Ruang Bung Tomo Kantor Pemkab Jombang. Senin (22/5/23)

” Saya titipkan petani-petani Jombang kepada Kepala Dinas Pertanian Jombang agar bisa memberikan yang terbaik untuk mereka, semoga petani Jombang terus berjaya dan tidak patah semangat “, ujarnya

Ditempat sama, Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Timur Anung Suprayitno ketika diwawancarai menyampaikan, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika dalam hal ini Stasiun Klimatologi Jawa Timur untuk menguatkan Kapasitas petani terkait cuaca dan iklim hadir dalam kemasan Sekolah Lapangan Iklim.

” Kami mendesiminasikan informasi cuaca dan iklim bagaimana supaya petani juga paham, sekaligus cara mengakses dengan mudan dan sebagainya. Sehingga petani dapat berbudidaya pangan, tanaman horti, perkebunan serta terkait kegagalan panen, resiko terhadap perubahan iklim, cuaca ekstrim bida diminalisir sedini mungkin “, tuturnya

Lanjutnya, beberapa materi disampaikan antara lain mulai dari pengantar iklim bagaimana petani bisa memahami cuaca dan iklim, pengamatan sederhana bagaimana mengukur curah hujan dengan alat sederhana yang mudah dijumpai, memahami cuaca dan iklim serta yang tidak kalah penting adalah bagaimana petani bisa mengakses informasi yang disajikan oleh BMKG mulai dari cuaca jangka pendek hingga jangka panjang.

” Terkait Sekolah Lapangan Iklim kami berharap ada kolaborasi antara BMKG dengan Pemkab Jombang, karena akomodir kegiatan kami cukup terbatas dari BMKG sementara kapasitas dan banyaknya petani sangat banyak serta luas. Artinya BMKG bersama Pemkab Jombang bisa maju bersama khususnya Dinas Pertanian untuk mengadakan Sekolah Lapangan Iklim “, paparnya.

Kegiatan Sekolah Lapangan Iklim ada beberapa model, ada yang dikemas sosialisasi secara tematik serta Sekolah Lapangan Iklim Operasional tahap 3 dengan Demontrasi plot (Demplot) mengawal petani selam 4 bulan mulai dari tanam hingga panen. Kabupaten Jombang sendiri dari tahun ketahun berbeda, kali ini dikemas dengan sosialisasi. Karena tahun kemarin sudah diadakan juga Demontrasi Plot(Demplot). pungkasnya (zul/nyf)