Jombang, Gerdupapak.com – Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) Mts se-Jawa timur tahun 2023, Perlombaan berlangsung di beberapa titik antara Stadion Merdeka Jombang, GOR Merdeka Jombang, GOR Samudra Badminton Balongbesuk, MAN 4 Jombang, Universitas KH. Abdul Wahab Hasbullah Tambakberas serta MTsN 3 Jombang.
Cabang Olahraga (Cabor) yang diperlombakan dalam Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) diantaranya Cabor lari, lompat jauh, lempar lembing, bola voli, tenis meja, badminton, pencak silat, MTQ, seni kaligrafi, futsal, lomba pidato, tahfidzul Qur’an serta catur.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Panitia Porseni MTs Se-Jawa Timur tahun 2023 Sultan Sulaiman ketika diwawancarai di ruang Sekretariat MTsN 3 Jombang. Minggu(25/6/23)
” Hari ini beberapa pertandingan sudah selesai, salah satunya adalah Cabang Olahraga Catur yang digelar di MTs Negeri 3 Jombang. Sementara pertandingan belum usai akan dilanjutkan besok dan berada dititik yang sama, contoh pertandingan belum usai, bola voli, futsal, tenis meja, dan silat “, ujarnya.
Diharapkan kedepannya Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) semakin berkualitas sehingga para siswa bisa berkompetisi ditingkat lebih tinggi yaitu nasional dan internasional.
Ditempat sama, Pengurus Provinsi Percasi Jawa Timur Yusuf Santriyono selaku Inspektur Pertandingan mengatakan, Sistem pertandingan yang digunakan adalah sistem Swiss. Sistem Swiss merupakan mempertemukan pemain catur yang mempunyai point tertinggi. Jadi, tidak menggunakan sistem gugur karena dapat merugikan bagi atlit.
” Hal ini supaya pecatur yang memiliki bakat dapat bertemu di final dan hal tersebut merupakan kelebihan dari sistem Swiss. Setiap pemain catur mempunyai kesempatan bermain sebanyak 6 babak, Dalam 6 babak tersebut akan diambil pemain catur yang mempunyai nilai tertinggi dan akan menjadi juara. Penentuan juara berdasarkan match point, direct encounter, buchholz, sonneborn, apabila poin masih seri maka menggunakan fire tiebreak “, tuturnya
Lanjutnya, Porseni Mts se-Jawa Timur Cabang Olahraga catur jika diamati pemain caturnya tidak seperti pemain pemula, tetapi lebih seperti pemain catur yang sudah terlatih.
” Mungkin dari masing-masing Kabupaten sudah mempersiapkan para atlit catur secara baik, tampak sekali para peserta sudah cekatan dalam mempermainkan buah caturnya dan menekan tombol jam catur, kalau pemain pemula sudah kelihatan dari cara mainnya “, paparnya.
Menurutnya, Kabupaten Jombang menjadi tuan rumah Porseni Mts Se-Jawa Timur sangat luar biasa, karena bukan lagi diikuti oleh pecatur pemula tetapi pecatur handal. Terbukti dari Kabupaten Sidoarjo merupakan pecatur yang sering mengikuti kejuaraan junior se-Jawa Timur. Artinya, kejuaraan dalam kegiatan Porseni Mts se-Jawa Timur bermutu sekali dan layak untuk diberikan apresiasi sebagai barometer di kejuaraan tingkat Jawa timur.
” Saya berharap Kabupaten/Kota di Jawa timur, khususnya tingkat MTs kedepannya untuk lebih menekankan ekstra kurikuler catur. Adanya ekstra kurikuler catur bagi para siswa MTs dapat digunakan sebagai upaya mempersiapkan diri di Porseni selanjutnya, sehingga ditemukan bibit unggul dimasing-masing Kabupaten/Kota. Hal ini juga untuk menciptakan Porseni yang mempunyai kualitas lebih tinggi lagi “, ungkapnya.
Diharapkan dalam kegiatan Porseni Mts se-Jawa timur kedepan cabor catur harus tetap dipertandingkan, apabila catur dipertandingkan di Mts se-Jawa Timur maka akan menjadi suatu perkembangan luar biasa bagi dunia dan lebih memotivasi Kabupaten/Kota untuk membina atlit-atlit dengan mendatangkan pelatih dari Percasi yang sudah bersertifikat pelatih nasional,” Pungkasnya. (Zul/Nyf)





