Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah(Bappeda) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan kabupaten Jombang serta Bidang Perekonomian gelar Sosialisasi Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar). Dihadiri Asisten Deputi Keuangan Inklusif dan Keuangan Syariah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Erdiriyo, Layanan Informasi dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Evita Manthovani, Asisten Administrasi Umum Provinsi Jawa Timur H. Akhmad Jazuli.

Turut Hadir, Kepala OJK (Otoritas Jasa Keuangan) Regional 4 Jawa Timur Giri Tribroto, Bupati Jombang Hj. Mundjidah Wahab diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan Moh Sholeh, Kepala BAPPEDA Kabupaten Jombang Danang Praptoko, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jombang Senen, segenap pejabat di lingkup Pemerintah Kabupaten Jombang, perwakilan Direksi Lembaga Keuangan Bank Jatim, Bank Jatim Syariah, BRI, BNI, Bank Mandiri, BTN, BSI, BPR Jombang, siswa siswi beserta guru pendamping.

Pesan dari Sri Mulyani bahwa tingkat partisipasi menabung masyarakat Indonesia sebesar 30 persen artinya termasuk kategori negara kaya.

Hal ini disampaikan Asisten Deputi Keuangan Inklusif Keuangan Syariah Erdiriyo ketika diwawancarai usai kegiatan di Pendopo Kabupaten Jombang. Selasa (11/07/23).

 ” Melalui pelajar kita berikan kebiasaan untuk menabung maka langkah sebagai pendukung investasi yang ada dikembangkan pada keuangan karena masyarakat dibiasakan dari awal untuk menabung dan pilihannya pelajar sebab mayoritas dalam struktur di masyarakat Indonesia “, ujarnya

Turut menambahkan, Layanan Informasi dan Persidangan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Evita Manthovani, gerakan satu rekening satu pelajar merupakan bagian dari inklusif keuangan sekaligus gerakan nasional revolusi mental dalam program Gerakan Indonesia mandiri.

 ” Harapan dari pemerintah pusat bahwa kegiatan menabung menjadi awal upaya bersama pemerintah pusat, daerah, industri, pendidikan dan dunia. Usaha untuk meningkatkan budaya menabung di kalangan pelajar akan menjadi penerus estafet pembangunan Indonesia mendatang “, tuturnya

Ditempat sama, Kepala Kantor Regional IV OJK Jawa timur Giri Tribroto, kegiatan ini merupakan kegiatan sangat positif karena bagian dari rangkaian kegiatan mari menabung yang akan diadakan pada 20 Agustus 2023. Adanya program ini bisa mendukung pemahaman terhadap keuangan khususnya perbankan. Selain itu, Bank Jombang sangat berarti perannya untuk Kabupaten Jombang karena sudah menerapkan program KEJAR untuk para pelajar dengan begitu seluruh pelajar mempunyai karakter mandiri. Juga, secara tidak langsung memberikan contoh supaya semua Bank bisa melakukan program yang telah dilakukan oleh Bank Jombang.

” Batasan dari simpanan pelajar ini mulai dari pelajar menduduki bangku sekolah tingkat SD hingga ke tingkat SMA. Sedangkan, untuk umur 18 tahun sampai 30 tahun adalah simpanan pemuda dan mahasiswa. Tidak hanya itu, pelajaran untuk mengelola keuangan dan nantinya akan mendapatkan pengalaman bermanfaat. jika sudah mengerti manfaat dari menabung tentu bisa menghindari penawaran yang ilegal. Berdasarkan data dari OJK sangat mengapresiasi dari kegiatan ini dan dapat diikuti wilayah Kabupaten dan lainnya, karena ini sangat baik bagaimana kita berliterasi bagi pelajar untuk mulai bisa mengelola keuangan secara mandiri sejak dini. Saya mengapresiasi untuk perbankan yang ikut berpartisipasi guna memberikan dan membuka tabungan pelajar sebanyak 100 rekening. Saya harapkan semakin banyak perbankan bisa melakukan hal ini dan untuk pelajar dan santri selain rajin belajar juga rajin menabung “, ungkapnya

Tidak hanya itu, Staf Ahli Bidang Pemerintahan Moh. Sholeh juga menyampaikan, Kabupaten Jombang dipilih oleh Kementerian Bidang Perekonomian dalam rangka mensosialisasikan program kerja dan sekaligus menjadi project implementasi program kerja di Jawa Timur.

” Program satu rekening pelajar merupakan satu upaya membangun pendidikan berkarakter budaya menabung. Program nasional ini dalam rangka untuk melakukan revolusi mental bangsa ini. Hal ini adalah salah satu inovasi kita semua bahwa pelajar memiliki dalam pendidikan menabung “, paparnya

Perlu diketahui, kepala dinas pendidikan kabupaten Jombang Senen mengatakan, kebijakan di kabupaten Jombang sudah dibuatkan surat edaran tanggal 2 Maret 2023 terkait program ini yaitu satu pelajar harus mempunyai 1 rekening. Berdasarkan data telah dihimpun dari seluruh siswa siswi di Kabupaten Jombang dari tingkat PAUD, SD, dan SMP mencapai 131.572, namun yang memiliki rekening hanya 67.063.

” Jika sejak dini sudah gemar menabung tentu secara tidak langsung akan membentuk karakter yang mandiri dan merupakan suatu pembelajaran literasi mengenai keuangan “, pungkasnya. (Zul/Nyf)