Jombang, Gerdupapak.com – Kabupaten Jombang merupakan salah satu daerah di Jawa Timur yang memiliki Event Tahunan berskala Nasional yaitu event Kenduren Duren yang digelar di Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang.

Kecamatan Wonosalam sendiri terkenal sebagai penghasil berbagai macam buah di Kabupaten Jombang seperti Durian, Manggis, Alpukat, Salak. Selain itu juga sebagai penghasil kokoa dan Kopi.

Hal ini disampaikan Koordinator Kepala desa Kecamatan Wonosalam Wartomo ketika diwawancarai di Kantor Kecamatan Wonosalam Kabupaten Jombang. Kamis(18/1/24).

” Durian merupakan buah yang menjadi ciri khas dari Wonosalam, sebab Wonosalam menjadi daerah penghasil durian terbanyak se Jawa Timur. Bahkan menjadi ikon wisata Wonosalam yang memiliki daya tarik bagi wisatawan melalui event tahunan Kenduren Duren, ” ujarnya.

Lanjutnya, event tahunan Kenduren Duren Wonosalam Jombang memiliki ciri khas tersendiri yaitu dengan pesta makan durian yang disusun berbentuk gunungan tumpeng.

“ Pelaksanaan event tahunan Kenduren Duren selalu berhasil menarik ribuan pengujung, baik pengunjung dari Jombang maupun pengunjung dari luar Jombang. Hal tersebut mampu menggerakkan perekonomian warga melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau UMKM,” tuturnya.

Antusiasme para pengunjung sangat tinggi, mereka rela berdesak – desakan untuk berebut durian di tumpeng raksasa tersebut. Tak hanya sekedar pengunjung laki – laki, perempuan hingga anak – anak juga nekat ikut berebut durian.

“ Event Kenduren Duren telah dilakaanakan sejak 2012, namun kadang tidak digelar saat terjadi musim paceklik buah durian. Sementara, durian yang dibagikan berasal dari petani dan warga dari 9 desa di Kecamatan Wonosalam,” ungkapnya.

Perlu diketahui, Event tahunan Kenduren Duren 2024 diketuai oleh Sofuan, Wakil 1 Wartomo dan Wakil 2 Samuki, rencananya akan dilaksanakan pada 3 Maret 2024. Didalam rangkaiannya juga terdapat event Andum Alpukat yang dilaksanakan pada 18 Februari 2024 di desa Sambirejo, kemudian event Andum Manggis yang dilaksanakan pada 25 Februari 2024 di desa Jarak dan ditutup dengan event Bancakan Salak desa Galengdowo pada 9 Mei 2024. (Zul/Nyf).