Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang gelar Gathering Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perusahaan 2025 dan rencana temu investasi dengan Brunei Darussalam BIMP-EAGA Business Council, dibuka Bupati Jombang Warsubi didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanuddin Yazid. Dihadiri Ketua DPRD Jombang Hadi Atmaji, Forkopimda Jombang, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Chairman BIMP-EAGA Business Council Prngiran Haji Haris bin Pengiran Haji Duraman beserta rombongan, serta pimpinan Perusahaan di Kabupaten Jombang.
Gathering forum TJSL perusahaan Kabupaten Jombang, menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat untuk memajukan pembangunan daerah yang berkelanjutan. Hal ini disampaikan Bupati Jombang Warsubi ketika sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (7/10/2025) malam.
“ Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Jombang tercatat stabil selama 3 tahun terakhir, yaitu sebesar 5,37 persen pada tahun 2022, 5,04persen pada tahun 2023, dan 5,15 persen pada tahun 2024. Capaian ini berada di atas rata-rata Nasional maupun Provinsi Jawa Timur,” ujarnya.
Lanjutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa Pemkab Jombang serius dalam mendorong roda perekonomian daerah, serta membuka peluang seluas-luasnya bagi investor untuk berinvestasi di Daerah Kabupaten Jombang.
“ Untuk mewujudkan visi Jombang maju dan sejahtera untuk semua yang di implementasikan melalui misi kedua mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat dan daerah secara berkesinambungan, salah satu strategi untuk mencapai hal tersebut adalah melalui percepatan investasi,” ucapnya.
Warsubi mengungkapkan, investasi menjadi salah satu prioritas utama karena memberikan multiplier effect yang signifikan terhadap peningkatan kesempatan kerja, terbukanya peluang usaha baru, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta peningkatan pendapatan masyarakat, sehingga meningkatkan kesejahteraan bersama.
“ Kabupaten Jombang sendiri merupakan daerah strategis dengan potensi investasi yang sangat luas. Mulai dari sektor ekstraktif seperti pertanian, pangan, dan perikanan, sektor manufaktur seperti industri pengolahan, hingga sektor jasa seperti perhotelan dan pariwisata,” ungkapnya.
Melalui forum TJSL perusahaan, partisipasi dan kerja sama dunia usaha berjalan sangat baik, terlihat melalui capaian pelaporan kegiatan TJSL perusahaan yang meningkat, dari sebesar Rp.2.707.729.308,00 pada 2023, meningkat menjadi Rp.3.067.889.468,00 atau naik sebesar 13,3%, sementara pada 2025 semester l, jumlah pelaporan kegiatan TJSL yang telah terdata mencapai rp.1.837.106.452,00 dan di harapkan meningkat hingga akhir 2025.
“ Kami berharap kepada seluruh perusahaan di Kabupaten Jombang, untuk dapat meningkatkan kontribusi dan investasinya, karena kabupaten jombang sangat ramah dan kondusif, serta menyambut baik para calon investor untuk menanamkan modalnya. Sinergi antara Kabupaten Jombang dan Brunei Darussalamu juga kami berharap dapat berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah,” paparnya.
Sementara, Chairman BIMP-EAGA Business Council Prngiran Haji Haris bin Pengiran Haji Duraman menyampaikan, apresiasi kepada Pemerimtah Kabupaten Jombang atas kesempatan yang diberikan untuk beekunjung di Kabupaten Jombang.
“ Kabupaten Jombang merupakan daerah yang tidak hanya kaya akan sejarah dan budaya akan tetapi juga merupakan daerah yang ramah dan kondusif bagi para investor,” tuturnya.
Ia mengungkapkan, pihaknya bersama para pimpinan perusahaan di Kabupaten Jombang akan terus bekerjasama dengan tujuan yang sama yakni meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Jombang.
“ Kami berharap kerjasama antara Brunei Darussalam dan Kabupaten Jombang bisa terus berkelanjutan dengan erat sehingga dapat meningkatakna kesejahteraan masyarakat,” sebutnya.
Ghatering forum TJSL ditutup dengan penandatanganan memorandum antara Pemerintah Kabupaten Jombang, Brunei Darussalam serta Pimpinan perusahaan yang ada di Kabupaten Jombang.(Rd/Red).






