Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Forum Komunikasi Masyarakat Jombang (FKMJ), gelar Lomba Kreasi jajanan polo pendem dan tari kolosal flash mob gedruk Jombangan rangkaian peringatan hari jadi ke-115 Pemkab Jombang. Dibuka Bupati Jombang Warsubi, didampingi Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid. Dihadiri Sekdakab Jombang Agus Purnomo, Kapolres Jombang AKBP Ardi Kurniawan, Ketua TP PKK Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, Ketua FKMJ Suudi Yatmo beserta segenap pengurus, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para peserta flash mob.
Lomba Kreasi Jajanan Polo Pendem dan Tari Kolosal Flash Mob Gedruk Jombangan bertujuan memberikan pengetahuan kepada masyarakat untuk mengenal budaya asli Jombangan. Sehingga dapat menghidupkan kembali nilai budaya yang menjadi jati diri masyarakat Jombang. Hal ini disampaikan Bupati Jombang Warsubi ketika sambutan di Alun-alun Jombang, Selasa (21/10/2025).
“ Tari kolosal flash mob gedruk Jombangan diambil dari ruh budaya Jombang yang otentik, yaitu tari remo boletan dan gambus misri mawar bersemi, yang dikolaborasikan dengan gerakan rancak gedruk Jombangan. Pertunjukan tari kolosal flash mob gedruk jombangan membuat generasi muda kita semakin bangga dan cinta terhadap budaya daerahnya sendiri,” ujarnya.
Selain itu, peringatan hari jadi juga terdapat festival makanan olahan berbahan dasar polo pendem atau umbi-umbian adalah bagian dari kearifan lokal kita yang sudah ada sejak zaman dahulu.
” Festival makanan kearifan lokal memiliki nilai gizi yang baik, polo pendem juga dapat menjadi sumber ketahanan pangan alternatif yang dapat mendukung program diversifikasi pangan nasional,” ucapnya.
Ia mengatakan, melalui Festival makanan olahan berbahan dasar polo pendem diharapkan bisa semakin menggalakkan konsumsi pangan non-beras, serta mengembangkan potensi budaya dan sumber daya alam yang kita miliki selain padi, sebagai alternatif sumber pangan lokal yang berkelanjutan.
“ Saya juga berharap, Lomba Kreasi Jajanan Polo Pendem dan Tari Kolosal Flash Mob Gedruk Jombangan FKMJ dapat terus dilestarikan, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi mendatang,” paparnya.
Sementara, Ketua Panitia Lomba Kreasi Jajanan Polo Pendem dan Flash Mob Tari Kolosal Gedruk Jombangan dari FKMJ Didik Wanda Susilo menyampaikan, peserta yang mengikuti Flash Mob Tari Kolosal Gedruk Jombangan sebanyak 1.115 penari, sedangkan Lomba kreasi jajanan polo pendem diikuti sebanyak 42 stand.
“ Peserta Flash mob tari kolosal gedruk jombangan pesertanya dari lintas agama, lintas budaya, lintas adat, yang mencerminkan Jombang sebagai kota santri. Sedangkan peserta lomba kreasi jajanan polo pendem berasal dari perwakilan Kecamatan dan UMKM,” pungkasnya.(Rd/Red).






