Jombang, Gerdupapak.com – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jombang lakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama RSUD Jombang dan RSUD Ploso, dipimpin langsung Ketua Komisi D DPRD Jombang Mochamad Agung Natsir. Dihariri Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran, Direktur RSUD Ploso Muhammad Vidya Buana serta seluruh jajaran RSUD.
RDP bersama RSUD Jombang dan Ploso dalam rangka evaluasi kinerja kurun waktu tahun 2025. Hal ini disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jombang Agung Natsir melalui Sekretaris Komisi D Rahmat Agung Saputra ketika diwawancarai di Ruang Komisi D DPRD Jombang, Senin (24/11/2025).
“ Dalam forum kali ini kami bersilaturrahmi dan butuh mengetahui inovasi-inovasi terbaru dan pengembangan pelayanan di RSUD Jombang serta Ploso. Selain itu juga membahas problem di RSUD Jombang terkait genangan air yang sempat terjadi beberapa waktu lalu,” ujarnya.
Lanjutnya, genangan air yang terjadi beberapa waktu lalu di RSUD Jombang disebabkan karena debit air hujan yang sangat tinggi, sehingga saluran air butuh proses untuk menyerap air yang mengalir.
“ Untuk menangani kejadian tersebut RSUD Jombang berinovasi dengan menambahkan pompa untuk memperlancar aliran air agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi,” ucapnya.
Rahmat Agung juga mengungkapan, terkait pengadaan Genset di RSUD Ploso memang sudah masuk dalam RKA sebesar 3 M.
” Saat ini masih ditunda, karenakan RSUD Ploso akan menambah alat CT Scan dan menaikkan daya listrik guna berikan pelayanan yang lebih prima,” tuturnya.
Sementara, Direktur RSUD Jombang Pudji Umbaran ketika diwawancarai menyampaikan, hasil dari Hearing hari ini lebih ke silahturahim terkait komunikasi dimana pergantian di beberapa bidang, DPRD sebagai mitra kerja kami dalam pengawasan dan support, tentu harus kita diskusikan bersama.
“Tadi sempat ditanyakan terkait banjir kemarin. Jadi, sebenarnya itu bukan banjir tetapi ada keloberan air dari titik tertentu dan kami juga sudah menyiapkan terkait dengan biopori, jadi hanya 15 menit sudah surut.” jelasnya.
Ditempat sama, Direktur RSUD Ploso menyampaikan, terkait pengadaan Genset itu memang harus ada karena Rumah Sakit punya pelayanan kepada masyarakat, listrik menjadi suatu andalan untuk pengoperasian alat-alat dan harus stand by 24 jam.
“Genset nantinya akan digunakan sebagai back up ketika terjadi listrik padam, supaya pelayanan di Rumah Sakit tidak terjadi kendala, ” pungkasnya.(Rd/Nyf).






