Jombang, Gerdupapak.com – MTsN 9 Jombang gelar Workshop implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Dibuka Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir. Turut hadir Pengawas Madrasan Lingkup Kantor Kemenag Jombang Sutrisno, Kepala MTsN 9 Jombang Abdul Haris serta 53 Guru pengajar MTsN 9 Jombang.
Workshop ini digelar berdasarkan keputusan Menteri Agama nomer 1503 tahun 2025 tentang pedoman implementasi Kurikulim Berbasis Cinta di madrasah dengan pendekatan deep learning. Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir saat dikonfirmasi di Aula Agro Wisata Sumber Celeng Diwek. Sabtu(7/2/26).
” Ini tidak merubah kurikulum, tetapi kita ingin menyampaikan pesan-pesan cinta kepada siswa-siswi madrasah. Langkah ini untuk membuat siswa siswi semakin cinta kepada Allah dan Rosul, diri sendiri dan sesama, ilmu, lingkungan serta negara. Hal tersebut ingin ditanamkan kepada siswa siswi melalui kurikulum berbasis cinta,” ujarnya.
Lanjutnya, kurikulum ini menggunakan pendekatan deep learning sehingga ketika guru mengajar tidak hanya sekedar menjawab tentang apa, tetapi juga menjawab tentang mengapa dan bagaimana.
” Implementasinya tergantung pada daya kreatifitas guru di masing-masing Madrasah, silahkan saja jika mereka mempunyai inovasi kreatifitas. Kedepannya seluruh Madrasah yang ada di Jombang mengimplementasikan kurikulum berbasis cinta tersebut,” tuturnya.
Ditempat sama, Kepala MTsN 9 Jombang Abdul Haris turut menambahkan, Kurikulum Berbasis Cinta menempatkan nilai cinta sebagai fondasi utama dalam proses pendidikan yang diwujudkan melalui konsep Panca Cinta.
” Kegiatan workshop implementasi kurikulum berbasis cinta sangat penting bagi pendidik dalam memberikan perspektif baru dalam proses pembelajaran,” paparnya
Ia mengungkapkan, Workshop ini membuka kesadaran bahwa mengajar tidak hanya soal menyampaikan materi, tetapi juga menghadirkan cinta dalam setiap prosesnya. Sehingga guru dapat lebih dekat dengan peserta didik, memahami karakter mereka serta mendampingi tumbuh kembangnya secara lebih utuh.
” Saya berharap melalui workshop ini seluruh guru mampu mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta secara nyata dalam pelaksanaan proses kegiatan belajar mengajar sehari-hari. Sehingga tercipta madrasah yang tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu, tetapi juga ruang tumbuh nilai, karakter, dan kemanusiaan,” pungkasnya. (Red).






