Jombang, Gerdupapak.com – Grand Opening sekaligus launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cukir 2 Jombang resmi digelar di Komplek Rumah Dinas PG Tjoekir (Depan Pos 2), Jalan Irian Jaya, Desa Cukir, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Dibuka Camat Diwek Agus Sholihuddin ditandai dengan pemotongan pita dan Tumpeng. Dihadiri petugas BGN, Danramil Kapten Arm Didit Ariyanto, Kapolsek Diwek AKP Achmad Darul Hudha, Babinsa, Babinkamtibmas, para santri serta segenap petugas SPPG Cukir 2.
Mitra Dapur SPPG Cukir 2 Nur Laila Al Andy menyampaikan, peresmian SPPG menjadi bagian dari implementasi program pemenuhan gizi nasional yang menyasar anak-anak sekolah, Ibu hamil, Ibu menyusui serta Balita. Hal ini disampaikan Mitra Dapur SPPG Cukir 2 Nur Laila Al Andy. Minggu (22/2/2026).
” Program ini untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penyediaan makanan bergizi gratis, sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, keberadaan SPPG Cukir 2 diharapkan mampu membawa nama baik Jombang serta mensukseskan program pemerintah pusat, ” ujarnya.
Sementara, Camat Diwek Agus Sholihuddin dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas berdirinya SPPG di wilayahnya. Ia menilai kehadiran SPPG merupakan langkah nyata membantu tugas pemerintah dalam pemenuhan gizi masyarakat.
“ Kami atas nama Pemerintah Kecamatan Diwek menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Ini adalah sesuatu yang luar biasa karena membantu memberikan makanan gratis kepada anak-anak sekolah, Ibu hamil, Ibu menyusui serta Balita,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar program berjalan optimal. Ia meminta pihak SPPG tidak alergi untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah desa, puskesmas dan kecamatan.
“ Contohnya semisal terjadi sesuatu hal, seperti ada kasus keracunan atau kejadian lain di masyarakat, tentu kami juga akan ikut bertanggung jawab. Maka koordinasi itu wajib,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia juga mengingatkan pentingnya perekrutan tenaga kerja dari masyarakat sekitar, guna menjaga kondusivitas lingkungan dan mempererat hubungan sosial. Menurutnya kenyamanan, keamanan, dan persaudaraan menjadi faktor penting dalam keberlangsungan operasional dapur SPPG.
Pada kesempatan ini, ia tak lupa menekankan terkait aspek sanitasi dan pengelolaan sampah. Pihak SPPG diminta untuk memprioritaskan sanitasi, sehingga tidak menimbulkan polusi udara atau bau tidak sedap yang dapat meresahkan warga.
“ Masalah sampah juga harus dikelola dengan baik, mulai dari bahan masuk hingga sisa distribusi makanan. Jangan sampai menimbulkan dampak di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap, dengan adanya launching SPPG Cukir program pemenuhan gizi dapat berjalan maksimal, aman dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Jombang, khususnya di wilayah Desa Cukir dan sekitarnya.
Ditempat sama, Kepala SPPG Cukir 2 Ihwal Rahmadi turut menambahkan, bahwa tanggal 22 Februari 2026 menjadi momentum resmi beroperasinya SPPG Cukir 2. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawal program tersebut.
“ Kami mengundang bapak ibu semua untuk mengawal program dari Bapak Presiden agar bisa sampai kepada anak-anak sekolah, Ibu hamil, Ibu menyusui serta Balita. Supaya mendapatkan gizi sesuai porsinya masing-masing,” paparnya.
Senada, perwakilan petugas Puskesmas Cukir Mahendra menegaskan, bahwa aspek keamanan pangan menjadi perhatian utama sebelum penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Penilaian harus mencapai skor minimal 80, jika kurang maka harus dilakukan perbaikan atau remedial.
“ Pada 26 Februari akan diambil 14 item sampel. Harus sesuai standar Kementerian Kesehatan yaitu tidak boleh tercemar boraks, formalin, metil yellow dan rhodamin B. Secara bakteriologi tidak boleh mengandung salmonella dan E coli. Air yang digunakan juga harus memenuhi standar higienis,” sampainya.
Jika satu saja dari 14 item tidak memenuhi syarat, maka penerbitan SLHS akan ditunda hingga dilakukan perbaikan. Ia menekankan pentingnya ketelitian agar tidak terjadi kasus keracunan yang justru menjadi boomerang bagi institusi kesehatan. pungkasnya.(Red).






