Jombang, Gerdupapak.com – Universitas Darul Ulum (Undar) Jombang terus berupaya memperkuat kualitas pendidikan dan meningkatkan daya saing di tengah dinamika perguruan tinggi yang semakin kompetitif. Pembenahan kurikulum, penguatan penelitian, serta perluasan jangkauan mahasiswa menjadi langkah strategis untuk menjaga eksistensi kampus sekaligus meningkatkan kontribusinya kepada masyarakat.

Undar memiliki 22 program studi yang tersebar di delapan fakultas, serta dua program studi pascasarjana, yakni Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ekonomi Pembangunan. Namun, tidak seluruh program studi meluluskan mahasiswa pada periode wisuda kali ini. Hal ini disampaikan Rektor Universitas Darul Ulum Jombang, Prof. Dr. H. Amir Maliki Abitolkha, M.Ag., dalam momentum wisuda mahasiswa program sarjana dan pascasarjana yang digelar pada Sabtu (10/10/2026).

“Salah satunya Program Studi Farmasi yang saat ini masih memasuki tahun ketiga penyelenggaraan, sehingga belum meluluskan mahasiswa,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan institusi yang harus dijalani secara bertahap. Di tengah perubahan dunia pendidikan tinggi, Undar terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Undar memang belum seperti dahulu, tetapi tanda-tanda untuk berkembang sudah mulai terbuka. Mahasiswa dari luar Jawa juga sudah ada lagi, meskipun jumlahnya belum sebanyak sebelumnya,” ungkapnya.

Ia mengakui, persaingan perguruan tinggi saat ini semakin ketat seiring bertambahnya pilihan kampus bagi calon mahasiswa. Jika sebelumnya Undar menjadi salah satu tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk menempuh pendidikan tinggi di Jombang, kini kampus dituntut melakukan berbagai pembenahan agar mampu mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Karena itu, pengembangan institusi tidak cukup hanya dilakukan dengan mempertahankan keberadaan kampus. Peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kompetensi lulusan, serta pengembangan budaya akademik menjadi bagian penting dalam menghadapi perubahan tersebut.

“Salah satu langkah yang kami lakukan adalah menerapkan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), yakni pendekatan pendidikan yang berorientasi pada capaian pembelajaran mahasiswa,” paparnya.

Melalui penerapan kurikulum tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya menguasai teori selama perkuliahan, tetapi juga memiliki kompetensi, kemampuan memecahkan masalah, serta keterampilan menerapkan ilmu pengetahuan dalam dunia kerja dan kehidupan bermasyarakat.

“Selain pembenahan kurikulum, Undar juga memiliki modal akademik melalui keberadaan 17 jurnal ilmiah. Keberadaan jurnal tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan aktivitas penelitian, publikasi ilmiah, serta penyebarluasan pengetahuan yang dihasilkan oleh sivitas akademika,” sebutnya.

Penguatan riset dinilai penting agar perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga mampu menghasilkan kajian dan pemikiran yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi referensi dalam menjawab berbagai persoalan sosial, pendidikan, ekonomi, maupun kebutuhan pembangunan di lingkungan sekitar.

Amir Maliki menegaskan, dinamika yang dihadapi Undar menjadi bagian dari perjalanan institusi untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan memperkuat peran akademik, kampus diharapkan mampu membuka peluang pengembangan yang lebih luas.

“Momentum wisuda, bukan sekadar penanda berakhirnya masa studi mahasiswa, melainkan juga awal bagi para lulusan untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh. Para wisudawan diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan, menjaga integritas, serta memberikan kontribusi positif di lingkungan kerja dan masyarakat,” tegasnya.

Melalui penguatan kurikulum, pengembangan penelitian, dan perluasan jangkauan mahasiswa, Undar Jombang berupaya meningkatkan daya saing sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap perguruan tinggi. Pungkasnya (Rud/Nyf).