Jombang, Gerdupapak.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jombang mengambil langkah progresif dalam menata ulang sistem transportasi publik daerah. Langkah ini diambil guna merespons kondisi angkutan pedesaan (angdes) di wilayah Jombang yang kian meredup, sekaligus menyesuaikan perubahan pola pergerakan masyarakat saat ini.
Sebagian besar trayek angdes resmi di Kabupaten Jombang tercatat sudah tidak aktif. Di sisi lain, armada yang masih bertahan di lapangan kerap menyimpang dari Surat Keputusan (SK) Trayek demi mengikuti pergeseran kantong-kantong penumpang—yang saat ini mayoritas didominasi oleh kelompok pelajar. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Jombang Sugianto melalui Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Aribawa Tjahjadi. Selasa(13/10/26).
” Melihat fakta lapangan tersebut, Dishub Jombang menggelar kajian komprehensif untuk menyusun roadmap dan arah kebijakan baru transportasi publik yang terintegrasi, aman, serta tepat sasaran,” ujarnya
Kajian ini tidak sekadar memetakan ulang rute, tetapi juga memproyeksikan dua program strategis utama pasca-kajian selesai disusun yaitu Penyelenggaraan Angkutan Sekolah Gratis dan Pengembangan Angkutan Pariwisata Bersama DAMRI
” Kami akan menyediakan moda transportasi khusus bagi para siswa di Kabupaten Jombang. Program ini ditujukan untuk menjamin keselamatan jalan, menekan angka kecelakaan lalu lintas usia sekolah, serta memberikan kemudahan akses pendidikan yang terjangkau. Sekaligus .embangun sinergi intermodal bersama BUMN (PT DAMRI) untuk menyediakan layanan angkutan pariwisata. Armada ini nantinya akan menghubungkan destinasi-destinasi wisata unggulan di Kabupaten Jombang guna mendongkrak perekonomian lokal,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin membiarkan angkutan umum runtuh begitu saja tanpa adanya solusi konkret bagi masyarakat.
“Kajian ini merupakan langkah proaktif Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perhubungan untuk merespons dinamika lapangan. Kami tidak bisa membiarkan angkutan umum mati begitu saja. Lewat kajian ini, kita tata ulang trayeknya, kita sesuaikan dengan pergeseran kantong penumpang, dan ke depan hasilnya akan kita wujudkan dalam bentuk Angkutan Sekolah Gratis serta Sinergi Angkutan Pariwisata bersama DAMRI,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dengan dilakukannya penataan ulang sarana, prasarana, dan rute pelayanan ini, Pemkab Jombang optimistis sektor transportasi umum dapat kembali hidup dan memberikan manfaat nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.(Nyf/Red).






