Jombang, Gerdupapak.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Jombang gelar Lomba Keagamaan Islam Jenjang Sekolah Dasar (SD) 2026. Mengusung tema “Dengan Semangat Hari Santri Kita Wujudkan Anak Indonesia Hebat”. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan agama sekaligus membentuk karakter peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan memiliki kecintaan terhadap nilai-nilai Al-Qur’an.
Lomba keagamaan Islam tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan karakter dan penguatan pendidikan agama bagi peserta didik sejak usia dini. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Wor Windari, melalui Kepala Bidang Sekolah Dasar, Rendra Kusuma ketika di konfirmasi, Rabu (14/10/2026).
“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan akhlak, penanaman nilai moral, serta penguatan keimanan dan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Lanjutnya, melalui lomba keagamaan islam (LKI), peserta didik dapat mengembangkan potensi dan bakatnya di bidang keagamaan, sekaligus mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami ingin membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak mulia, karakter yang kuat, dan semangat untuk terus berprestasi,” pesannya.
Lomba Keagamaan Islam Jenjang SD Tahun 2026 ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pembinaan minat, bakat, dan kreativitas siswa. Pelaksanaannya juga merupakan upaya mendukung implementasi Peraturan Bupati Jombang Nomor 41 Tahun 2019 tentang Kurikulum Muatan Lokal Keagamaan dan Pendidikan Diniyah pada Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Jombang.
“Dalam pelaksanaannya, terdapat tiga cabang lomba yang dipertandingkan, yakni Pemilihan Dai Cilik (Pildacil), kaligrafi, dan banjari. Ketiga cabang tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi peserta didik dalam mengekspresikan kemampuan, kreativitas, serta pemahaman mereka terhadap ajaran Islam melalui berbagai bentuk kegiatan,” tandasnya.
Pada cabang Pildacil, peserta menyampaikan pidato keagamaan tanpa membaca teks dengan mengangkat salah satu subtema, meliputi cinta tanah air, Islam sebagai rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil ‘alamin), toleransi antarsesama, tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat, serta moderasi beragama.
Sementara itu, lomba kaligrafi menguji kemampuan peserta dalam menulis indah ayat Al-Qur’an dengan memperhatikan kebenaran tulisan, kaidah khat, kreativitas, komposisi warna, dan kerapian. Adapun lomba banjari menjadi ajang bagi peserta untuk menunjukkan kemampuan vokal, kekompakan, ketepatan irama, serta adab dalam melantunkan selawat dan syair bernuansa Islami.
Untuk cabang banjari, peserta membawakan lagu wajib Lir Ilir dan jingle bertema “Santri Hebat Jombang Bermartabat”, serta lagu pilihan berupa selawat berbahasa Arab. Setiap kelompok terdiri atas 10 siswa dengan pembagian peran vokal utama, vokal pendukung, pemain alat musik banjari, dan pemukul bass.
“Peserta lomba merupakan siswa kelas I hingga VI SD yang masih aktif pada tahun pelajaran 2026/2027 dan mewakili hasil seleksi di tingkat kecamatan sesuai ketentuan masing-masing cabang lomba,” sebutnya.
Melalui kegiatan tersebut, Disdikbud Kabupaten Jombang juga berupaya memperkuat ukhuwah Islamiah di lingkungan pendidikan, menumbuhkan semangat berkompetisi secara sehat, serta memberikan apresiasi terhadap potensi dan prestasi siswa di bidang keagamaan.
“Para peserta terbaik akan ditetapkan sebagai Juara I, II, dan III serta Harapan I, II, dan III pada masing-masing cabang lomba. Pemenang tiga besar akan memperoleh hadiah uang dan piagam penghargaan, sedangkan juara harapan mendapatkan piagam penghargaan,” paparnya.
Disdikbud Kabupaten Jombang berharap kegiatan ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah, guru, dan peserta didik untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan keagamaan. Dengan demikian, nilai-nilai religius tidak hanya dipelajari di lingkungan sekolah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Pungkasnya. (Rud/Nyf).






