Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang bersinergi dengan RSUD Jombang dan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar khitanan massal gratis bagi 210 anak dari keluarga kurang mampu. Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas.
Program tersebut dirancang agar manfaat kehadiran pemerintah daerah dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat, khususnya keluarga yang membutuhkan dukungan ekonomi. Hal ini disampaikan secara langsung oleg Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid, ketika sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (22/10/2026).
“Khitan massal ini merupakan bentuk kepedulian kami. Harapannya, program ini dapat meringankan beban biaya keluarga serta memberikan akses pelayanan medis yang aman dan berkualitas bagi anak-anak,” ujarnya.
Menurut Salmanudin, khitan tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan fitrah dan syariat Islam, tetapi juga memiliki kaitan dengan aspek kebersihan dan kesehatan. Karena itu, Pemkab Jombang melibatkan tenaga kesehatan profesional untuk memastikan seluruh prosedur medis berlangsung sesuai standar keselamatan.
“Untuk anak-anakku peserta khitan massal, tetap semangat dan tidak perlu takut. Semoga prosesnya lancar, lekas sembuh, serta kelak tumbuh menjadi anak yang saleh, cerdas, berbakti, dan bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, Ia berharap semakin banyak masyarakat yang dapat mengakses pelayanan kesehatan secara layak sekaligus memperkuat kepedulian sosial terhadap keluarga yang membutuhkan.
Sementara itu, Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran, mengapresiasi sinergi antara Pemkab Jombang, TP PKK, dan jajaran fasilitas pelayanan kesehatan dalam menyelenggarakan kegiatan sosial tersebut.
“Kerja sama dengan TP PKK Kabupaten Jombang ini merupakan upaya bersama untuk hadir dan meringankan beban ekonomi masyarakat,” tuturnya.
Pudji menjelaskan, khitan merupakan tindakan yang dapat membantu menjaga kebersihan organ reproduksi dan menurunkan risiko infeksi tertentu. Pelaksanaannya tetap harus memperhatikan prosedur medis, kondisi kesehatan peserta, serta perawatan setelah tindakan.
“Alhamdulillah, seluruh proses khitan berjalan lancar dan nyaman, baik bagi peserta maupun tim medis. Kami mendoakan anak-anak segera pulih dan kelak menjadi generasi penerus yang membanggakan bagi Kabupaten Jombang,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






