Jombang, Gerdupapak.com – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi di Kabupaten Jombang terus melonjak naik. Kamis(16/1/25)

Mulai Desember 2024 hingga Januari 2025, Dinas Peternakan Kabupaten Jombang mencatat ada sebanyak 535 ekor sapi yang terjangkit wabah PMK. Hal ini disampaikan Plt Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Aziz Daryanto ketika diwawancarai di kantor Disnak Jombang.

“ Tercatat 535 ekor sapi terjangkit PMK. Dari jumlah tersebut 23 ekor dinyatakan mati, 65 ekor di potong paksa, 254 ekor masih dalam perawatan dan 193 ekor telah dinyatakan sembuh,” ujarnya.

Lanjut Aziz, Dinas Perternakan telah melakukan beberapa langkah kongkrit dalam menekan jumlah kasus PMK di Kabupaten Jombang supaya tidak terus melonjak.

“ Kami telah melakukan beberapa langkah,  seperti gerak cepat bilamana ada laporan sapi terjangkit PMK dengan melakukan tindakan penanganan dan pengobatan. Selain itu sejak dua minggu terakhir kami juga melakukan pengetatan terhadap lalu lintas jual beli di pasar hewan, hal ini dilakukan sembari menunggu vaksinasi dari pusat maupun provinsi. Karena! ami menghimbau kepada masyarakat agar melakukan pemberian suplemen dan vitamin kepada sapi untuk menjaga kekebalan tubuh agar tidak tertular PMK,” ucapnya.

Menurut Aziz, seiring semakin merebaknya kasus PMK di Jombang, Dinas Peternakan juga akan melakukan langkah penutupan terhadap sejumlah pasar hewan untuk sementara waktu, karena penyebaran kasus PMK disebabkan oleh kerumunan hewan di pasar ternak.

“ Saat ini kami masih melakukan tahap sosialisasi di pasar hewan, sehingga apabila pasar hewan ditutup tidak ada gejolak atau demo dari masyarakat. Penutupan kami lakukan untuk meminimalisir andanya kasus PMK di Jombang agar tidak mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Perlu diketahui, saat ini para peternak di Kabupaten Jombang masih melakukan vaksinasi madiri dengan harga yang cukup tinggi, sebab vaksinasi dari pemerintah belum tersedia.

“ Kami sangat mendukung sepenuhnya bagi peternak yang mau memberikan vaksinasi secara mandiri untuk upaya preventif secara cepat, karena vaksinasi merupakan kunci pokok dalam pengendalian kasus PMK,” ungkapnya.

Aziz berharap kepada seluruh peternak, khususnya peternak sapi di Kabupaten Jombang agar senantiasa menjaga kondisi hewan ternaknya masing-masing. Selain itu untuk para pedagang sapi agar selalu memperhatikan kondisi hewan ternak sebelum dijual belikan, jangan sampai membawa hewan ternak yang terkena penyakit, khususnya PMK ke berbagai daerah di Kabupaten Jombang.

“ Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Jombang agar tidak perlu takut dan panik untuk mengkonsumsi daging hewan yang terjangkit PMK, sebab PMK merupakan penyakit atau virus yang tidak menular ke Manusia,” pungkasnya.(Rd/Nyf).