Jombang, Gerdupapak.com – Rangkaian acara dimulainya Jombang Fest 2026 ditandai dengan pembukaan Wastra Alami Jombang, dibuka Bupati Jombang Warsubi didampingi Wakil Bupati Salmanudin, Ketua Tim Penggerak PKK Jombang Yuliati Nugrahani, beserta Ema Erfina Salmanudin dan perwakilan Forkopimda Kabupaten Jombang.
Wastra Alami Jombang menjadi momentum penting untuk mengangkat dan melestarikan kekayaan budaya lokal, menjadikannya pilar penggerak ekonomi kreatif, serta wujud nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan leluhur. Hal ini disampaikan Bupati Jombang ketika sambutan di Pasar Barongan Kali Gunting Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung, Sabtu (4/10/2025).
“Kegiatan ini bertujuan untuk mengangkat kembali potensi wastra alami Jombang yang perlu kita lestarikan, agar tidak terlupakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda. Sehingga tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi,” ujarnya.
Warsubi mengingatkan, akar sejarah penggunaan pewarna alami di Jombang yang terentang sejak masa Kerajaan Majapahit hingga periode penjajahan Belanda, di mana daerah seperti Dukuh Patoeman (kini Sambong) dikenal sebagai pusat produksi pasta Indigofera tinctoria, bahan pewarna biru yang diekspor hingga ke luar negeri.
“ Selain itu, Wastra Alami Jombang untuk mendorong kolaborasi erat antara pengrajin, pelaku UMKM, pemerintah, dan akademisi, sehingga bisa menjadi salah satu peluang ekonomi kreatif untuk memberdayakan masyarakat lokal kita, serta dapat dikenal di tingkat yang lebih luas, baik regional maupun nasional,” ucapnya.
Warsubi mengungkapkan, festival ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-115 Pemerintah Kabupaten Jombang dan Hari Santri Nasional, dan akan berlangsung hampir satu bulan penuh hingga akhir Oktober 2025.
Dengan serangkaian acara yang fokus pada dorongan UMKM, pelestarian budaya, pengembangan kreativitas, dan sarana edukasi yang melibatkan santri dan pemuda, Jombang Fest diharapkan dapat memantik kebangkitan ekonomi daerah.
Sementara, Kepala Desa Mojotrisno, Nanang Sugiarto, menyampaikan rasa bangganya atas komitmen desa dalam mengembangkan potensi wisata tematik ini, yang telah eksis sejak 2022.
“ Event ini menyediakan aneka kuliner tradisional ramah lingkungan, seperti Nasi Jagung, Soto Ayam Kampung, Es Gandoel, hingga Bobor Yuyu, dll. Bupati juga sempat mencicipi jamu lokal dari Ngemplak Selatan, Mojotrisno, mengunjungi stand produk UMKM, meninjau kerajinan batik bermotif Kawung atau buah kolang-kalin,” pungkasnya.(Rd/Red).






