Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) gelar Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Jombang, dibuka Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Danang Praptoko. Dihadiri Plt Kepala BPS Jombang Abdus Salam, Wakil Direktur II Pascasarjana Universitas Airlangga Dr Karnaji, perwakilan Perangkat Daerah, Perwakilan segenap Perguruan Tinggi di Kabupaten Jombang, perwakilan PKK, Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perwakilan Ikatan Bidan Indonesia (IBI).

Focus Group Discussion (FGD) dilatar belakangi nilai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Jombang, meskipun nilai IPM Kabupaten Jombang sudah diatas nilai standart Provinsi Jawa Timur dan Nasional. Namun kalau dibandingkan dengan nilai IPM Kabupaten Tetangga seperti Kota Mojokerto, Kabupaten Jombang masih berada di bawanya. Hal ini disampaikan Kepala Bapeppeda Jombang Danang Praptoko saat diwawancarai di ruang Soerodiningrat Kantor Sekretariat Pemkab Jombang. Kamis(9/10/25).

” Berdasarkan hal tersebut, FGD digelar dalam upaya mencari solusi untuk meningkatkan nilai IPM di Kabupaten Jombang dengan menghadirkan dua narasumber yaitu dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang menghitung dan mempublikasikan nilai serta narasumber dari akademisi, “ujarnya.

Ia menambahkan, untuk dari sisi akademisi kita minta strategi-strategi supaya bisa mendongkrak nilai IPM Kabupaten Jombang, dengan harapan kedepan tidak tertinggal lagi.

” Banyak masukan yang kami terima dari peserta Forum Group Discussion (FGD), salah satunya adalah dari unsur pendidikan yang mengusulkan program beasiswa bagi satu siswa di masing-masing desa, jadi setiap Perguruan Tinggi nantinya berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah untuk mewujudkan usulan tersebut, ” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Direktur II pascasarjana Universitas Airlangga Karnaji selaku narasumber menambahkan, Point pembahasan dalam kegiatan ini adalah bagaimana langkah konkrit untuk berkontribusi meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Jombang.

” Secara statistik indeks pembangunan manusia di Kabupaten Jombang sudah tinggi yaitu sekitar 74,5. Namun indeks pembangunan manusia tidak bisa berhenti, harus terus berkesinambungan. Sebab indeks pembangunan manusia setiap tahunnya mengalami perubahan dikarenakan selalu terjadi regenerasi,” ungkapnya.

Lanjutnya, indeks pembangunan manusia itu menjadi program tetap dan setiap tahunnya harus ada. Namun harus ada skala prioritas seperti kesenjangan antara kota dan desa.

” Jadi pemerintah harus mempunyai prioritas, wilayah mana dulu yang harus dijadikan sasaran pembangunan manusia, ini dilakukan untuk mensiasati anggaran yang terbatas. Sedangkan untuk penanganannya harus dilakukan kolaborasi lintas sektor, sehingga semua bisa teratasi dan tidak menimbulkan kesenjangan,” pungkasnya.(Red).