Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Jombang gelar Talkshow Generasi Emas Jombang wujudkan Wonosalam menjadi lebih maju, mengusung tema Strategi Jitu Menuju Wonosalam Maju. Dibuka Bupati Jombang Bupati Jombang Warsubi diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati.

Turut hadir Kepala Bappeda Jombang Danang Praptoko, Camat Wonosalam Haris Aminnudin, Plt Camat Mojowarno M Rony, perwakilan Kepala Desa se-Kecamatan Wonosalam, serta Pelaku usaha di Wonosalam. Kegiatan menghadirkan narasumber Wakil rektor IV Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya Prof. Agus Muhammad Hatta dan Kepala Departemen Teknik Sistem dan Industri FTI ITS Surabaya Agus Purnomo.

Pemerintah Kabupaten Jombang sangat berkomitmen untuk terus mendukung pengembangsn Wonosalam dengan menetapkannya sebagai kawasan titik pertumbuhan ekonomi baru (Growth Pole) dalam dokumen RPJMD 2025 – 2029. Hal ini disampaikan Bupati Jombang Warsubi melalui Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi, dan Pembangunan Sri Surjati ketika sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Selasa (21/10/25).

“ Wonosalam memiliki potensi luar biasa, mulai dari alamnya subur, udaranya sejuk, tanahnya menghasilkan kopi dan durian terbaik, hingga masyarakatnya yang terkenal ramah, religius, dan gotong royong,” ujarnya.

Lanjutnya, memiliki potensi besar belum sepenuhnya menjadi kekuatan ekonomi yang berdaya saing, masih ada tantangan untuk meningkatkan produktivitas petani, memperkuat kelembagaan ekonomi rakyat dan menciptakan nilai tambah dari produk lokal.

“ Wonosalam sebagai kawasan strategis berbasis pertanian, pariwisata dan inovasi lokal merupakan salah satu wilayah dibagian selatan Kabupaten Jombang yang memiliki karakteristik geografis khas daerah pegunungan,” ucapnya.

Ia juga menyebutkan, kondisi agroklimat yang sejuk, kelembapan udara tinggi serta tanah yang subur menjadikan Wonosalam sangat potensial untuk pengembangan berbagai komoditas unggulan pertanian, perkebunan, hortikultura dataran tinggi seperti kopi, durian, salak, alpukat, dan sayuran.

Dalam kesempatan ini, Pemkab Jombang mengadarikan narasumber dari kalangan akademisi yang mumpuni, ahli dalam penelitian, dan merupakan orang asli Jombang sendiri.

” Harapannya, setelah ini kita semua dapat memperoleh masukan strategis dan solusi konkrit yang bisa langsung diterapkan dalam upaya memajukan Wonosalam,” pungkasnya.(Rd/Red).