Jombang, Gerdupapak.com – Program Percepatan Swasembada Gula Nasional melalui kegiatan Bongkar Ratoon dan Pengembangan Areal Tebu 2025 resmi diluncurkan di Kabupaten Jombang, Program Percerpatan ini fokus utamanya pada peremajaan total lahan tebu yang produktivitasnya mulai menurun akibat keprasan (ratoon) berulang.
Dihadiri Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Plt. Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI Abdul Roni Angkat, Bupati Jombang Warsubi, Forkopimda Kabupaten Jombang, para pimpinan Pabrik Gula serta diikuti Petani Bongkar Ratoon secara daring melalui zoom meeting.
Apresiasi tinggi diberikan kepada petani Jombang yang telah bergerak dengan cepat dengan melakukan bongkar ratoon secara mandiri (Pola A) sebelum program resmi dari Kementan sebanyak ± 2.195 hektar. Hal ini disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat sambutan di lahan Gapoktan Wuluh, Kecamatan Kesamben, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Rabu (03/12/25)
” Keseriusan petani sangat luar biasa, dapat dilihat dari perjuangannya secara mandiri untuk mensukseskan swasembada gula. Pemerintah Provinsi dan Pusat telah mengusulkan secara resmi kepada Kementan, agar petani yang sudah melakukan bongkar ratoon secara mandiri tetap bisa mendapatkan bantuan operasional yang telah dianggarkan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, Program resmi dari Kementan yaitu Program Percepatan Swasembada Gula Nasional. Usulan bongkar ratoon di Jombang mencapai seluas 502,22 hektar, saat ini sedang dalam tahap distribusi benih.
Sementara, Bupati Jombang Warsubi turut menambahkan bahwa Kabupaten Jombang memiliki peran stategis sebagai salah satu lumbung tebu utama di Jawa Timur. Berdasarkan data Dinas Pertanian Kabupaten Jombang 2024 menunjukkan peningkatan signifikan pada sektor tebu menyebut luas areal tanam meningkat menjadi 10.787 hektar dari 10.102 hektar pada 2023.
” Total produksi tebu di Kabupaten Jombang menunjukkan peningkatan kualitas gula mencapai 787.246 ton dan rendemen rata-rata naik signifikan sebesar 7,11 persen yang sebelumnya hanya mencapai 6,5 persen,” tuturnya.
Lanjutnya, meskipun luas lahan bertambah namun produktivitas belum maksimal, karena banyak tanaman tua. Semoga melalui program Bongkar Ratoon dapat meningkatkan produktivitas tebu, yang awalnya rata-rata 70 ton per hektar menjadi 80 hingga 100 ton per hektar.
” Pemerintah Kabupaten Jombang juga berkomitmen penuh mendukung target Pemerintah Pusat untuk mencapai Swasembada Gula Konsumsi pada 2028,” paparnya.
Ia berharap, dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat terkait kelancaran khusus tebu, bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) modern untuk menekan biaya pengolahan dan meningkatkan efisiensi.(Red).






