Jombang, Gerdupapak.com – Pelantikan Personalia Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Jombang masa bhakti 2025-2028 dengan tema “IDI Bersatu, Berkarya untuk Negeri, Mewujudkan Generasi Sehat” berjalan dengan khidmat, dilantik secara langsung oleh Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah Jatim Sutrisno. Turut mendampingi Bupati Jombang Warsubi, Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Ketua TP PKK Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, serta Ketua DWP Jombang Lilik Agus Purnomo.
Berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia nomor: 0264/pb/a.4/11/2025. Hexawan Tjahja Widada secara resmi dilantik menjadi Ketua Umum IDI Jombang beserta seluruh personalia pengurus IDI masa bhakti 2025-2028.
Pergantian pengurus merupakan penyegaran dalam organisasi yang bertujuan untuk membawa semangat baru dalam memajukan profesi kedokteran, meningkatkan profesionalisme para dokter, serta menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin baik, humanis, dan bermutu bagi seluruh masyarakat Kabupaten Jombang. Hal ini disampaikan Bupati Jombang Warsubi ketika sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Sabtu (13/12/2025).
“ Profesi dokter menempati posisi yang sangat istimewa dalam kehidupan masyarakat. Dokter memegang peranan penting dalam menjaga, memelihara, dan memulihkan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Warsubi menghimbau kepada seluruh personalia pemgurus IDI Jombang agar selalu berpegang teguh dengan prinsip K3 (kesantunan, kesejawatan, dan kebersamaan) dalam mengabdi kepada masyarakat. Karena itu menjadi fondasi profesionalitas Dokter Indonesia.
“ Saya mengajak para Dokter agar mampu membangun kolaborasi yang kuat dengan berbagai pihak, sehingga tantangan-tantangan kesehatan dapat ditangani secara menyeluruh dan berdampak pada meningkatnya derajat kesehatan masyarakat,” ucapnya.
Warsubi berharap dengan adanya kepengurusan IDI Cabang Jombang periode 2025-2028, IDI Jombang dapat berkomitmen untuk terus menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan indonesia sehat dan berperan aktif dalam mensukseskan berbagai program kesehatan nasional.
Sementara, Ketua IDI Provinsi Jawa Timur Sutrisno menegaskan bahwa program prioritas IDI ke depan akan terus disinergikan dengan kebijakan pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung program strategis di Kabupaten Jombang.
“Program prioritas kami tetap fokus bersinergi dengan pemerintah daerah. Saat ini, penurunan angka stunting menjadi perhatian utama, diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit,” ungkapnya
Menurutnya, perlindungan kesehatan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui pelayanan kuratif, tetapi juga melalui upaya promotif dan preventif, seperti edukasi dan promosi kesehatan.
“Kami mendorong kegiatan yang mencerdaskan masyarakat tentang penyakit, cara pencegahan, serta meningkatkan kesadaran melalui kegiatan sosial yang edukatif dan berkualitas,”paparnya.
Ditempat sama, Ketua Umum IDI Jombang Hexawan Tjahja Widada mengungkapakan, tantangan terbesar di bidang kesehatan saat ini adalah disrupsi akibat pesatnya perkembangan teknologi, cepatnya perubahan regulasi, serta pengaruh media sosial yang membentuk cara berpikir dan bersikap masyarakat.
“Semua pihak harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman yang sangat cepat. Prioritas kami adalah menjaga mutu dokter, meningkatkan kompetensi, menjunjung tinggi etika profesi, serta memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien,” tuturnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi kesehatan di era digital.
“Masyarakat harus memastikan sumber informasi kesehatan berasal dari tenaga medis atau sumber yang dapat dipertanggungjawabkan, agar tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan,” pungkasnya.(Rd/Nyf).






