Jombang, Gerdupapak.com – Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) se-Kabupaten Jombang berikan fasilitas kepada ribuan siswa kelas akhir untuk menentukan masa depan mereka melalui Edufair 2026, dibuka Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, diwakili Kasubag TU, Ulil Mu’amar. Dihadiri perwakilan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jombang, pimpinan perguruan tinggi dan lembaga pendidikan yang berpartisipasi, Ketua dan jajaran Musyawarah Guru BK SMA, SMK, dan MA Kabupaten Jombang, Para kepala sekolah, guru BK, guru pendamping, serta siswa-siswi SMA, SMK, dan MA se-Kabupaten Jombang.
Edufair bukan sekadar pameran, melainkan bagian penting dari proses pendampingan siswa dalam menentukan masa depannya. Hal ini disampaikan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kabupaten Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, diwakili Kasubag TU, Ulil Mu’amar ketika sambutan di Gelora Abi As’ad Unipdu Jombang, Selasa (20/1/2025).
“ Edufair sangat relevan dengan semangat Jatim Cerdas – Pendidikan Berdampak, di mana pendidikan tidak hanya berorientasi pada kelulusan, tetapi benar-benar memberi dampak nyata bagi kehidupan peserta didik,” ujarnya.
Lanjutnya, melalui Edufair, siswa-siswi diberi kesempatan untuk mengenal berbagai alternatif masa depan, berdialog langsung dengan perguruan tinggi, dan memperoleh informasi yang akurat serta inspiratif, dan menyesuaikan dengan minat, bakat, serta cita-cita masing-masing.
“ Peran sebagai Guru BK sangatlah strategis. Guru BK adalah pendamping yang membantu siswa tidak hanya memilih jurusan, tetapi memilih arah hidup secara sadar dan bertanggung jawab. Inilah wujud nyata pendidikan yang berdampak, membimbing, menguatkan, dan memerdekakan masa depan siswa,” ucapnya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mendorong agar pendidikan melahirkan generasi yang unggul secara kompetensi, kuat secara karakter, dan berdaya saing secara global. Sinergi antara sekolah, guru BK, perguruan tinggi, dan pemangku kepentingan lain seperti yang tercermin dalam Edufair 2026 ini adalah kunci untuk mewujudkan tujuan tersebut.
“ Kami berharap melalui Edufair 2026, bisa memberi manfaat besar bagi peserta didik, serta menjadi jembatan penting menuju masa depan generasi Jombang yang lebih cerah,” ungkapnya.
Sementara, Ketua Panitia penyelenggara Edufair 2026 juga selaku Ketua MGBK SMTA Kabupaten Jombang, Nur Hasan Effendi menyampaikan, sebanyak 75 peguruan tinggi baik Negeri maupun Swasta mengikuti Edufair 2026. Dilaksanakan selama 2 hari, mulai tanggal 20 Januari hingga 21 Januari 2026.
“ Edufair bertujuan untuk memberikan layanan informasi dan orientasi kepada siswa-siswi pasca lulus dari sekolah agar siswa-siswi bisa memilih perguruan tinggi yang sesuai dengan bakat serta minat mereka,” paparnya.
Nur Hasan Effendi mengungkapkan, antusiame peserta Edufair sangat luar biasa, terlihat setiap tahun animo dari siswa dalam mencari informasi terus meningkat.
“ Harapannya dengan adanya Edufair, bisa memberikan manfaat bagi para siswa-siswi, khusunya kelas Xll dalam melanjutkan ke jenjang berikutnya, sehingga bisa mewujudkan generasi unggul untuk Kabupaten Jombang, maupun Indonesia,” pungkasnya.(Rd/red)






