Jombang, Gerdupapak.com – Kepolisian Resort (Polres) Jombang resmikan 3 sekaligus Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri naungan Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Jombang. Peresmian ditandai dengan pemotongan pita oleh Bupati Jombang, Warsubi, Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, Sekretaris Daerah Jombang, Agus Purnomo, dan Kapolres Jombang, AKBP Ardi Kurniawan.
Turut hadir Dansatradar 405 Ploso, Letkol Lek Bayu Ardiansyah, perwakilam Kejari Jombang, perwakilan Kodim 0814 Jombang, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jombang, Eko Redjo Sunariyanto, Kepala Kantor Kemenag Jombang, diwakili Kasi Pendma, Nur Khojin, serta segenap Kepala OPD dan PJU Polres Jombang.
Peresmian SPPG Polres Jombang adalah untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak sekolah dan kelompok rentan, sekaligus menekan angka stunting dan gizi buruk. Hal ini disampaikan Kapolres Jombang ketika di wawancarai di SPPG Jombatan Jombang, Jumat (23/1/2025).
“ Selain itu, peresmian SPPG ini juga bertujuan untuk memperkuat peran Polri dalam mendukung program strategis nasional, memastikan pendistribusian makanan bergizi yang aman, higienis, dan tepat sasaran, serta mendorong sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat di Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Lanjutnya, di Kabupaten Jombang, Polres menghadirkan enam titik SPPG. Pada hari ini meresmikan tiga SPPG yang berada di Jombatan, Mojoagung, dan Ngoro.
“ Selain mendukung pemenuhan gizi anak, saya juga berharap keberadaan SPPG mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat,” ucapnya.
Ia mengungkapkan, dengan adanya SPPG dapat membentuk sistem perekonomian di Jombang, termasuk bersinergi dengan Koperasi Desa Merah Putih, BUMDes, dan Gapoktan.
Sementara, Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi peresmian SPPG Polri Polres Jombang, yang diharapkan kebutuhan gizi para pelajar semakin terpenuhi, sehingga mampu menunjang prestasi belajar anak-anak di Kabupaten Jombang.
“ Saya berpesan agar seluruh proses di dapur SPPG dapat dilaksanakan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh badan gizi nasional, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, pengemasan, hingga pendistribusian, agar tidak muncul resiko-resiko yang tidak kita inginkan, seperti keracunan makanan atau masalah kesehatan lainnya,” paparnya.
Selain dalam pemenuhan gizi, Warsubi berharap kehadiran SPPG juga dapat memberikan dampak positif bagi pemberdayaan masyarakat sekitar. Salah satu tujuan besar dari program makan bergizi gratis adalah untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat di tingkat lokal.
“ Saya mendorong agar sppg ini dapat bersinergi dengan bumdes maupun kopdes dalam pengadaan bahan pangan lokal, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan secara langsung oleh warga sekitar,” pungkasnya.(Rd/Red).






