Jombang, Gerdupapak.com – MTsN 9 Jombang lakukan inovasi di bidang pendidikan dengan gelaran launching dan bedah buku Mozaik Pendidikan dan Spiritualitas Nusantara. Dibuka Kepala MTsN 9 Jombang Abdul Haris. Dihadiri Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir, Pengawas Madrasan Lingkup Kantor Kemenag Jombang Sutrisno, CEO Pena Langit Publishing Aang Fatihul Islam serta segenap guru pengajar MTsN 9 Jombang.
Apresiasi kepada guru-guru MTsN 9 Jombang atas di bukukannya karya tulis luar biasa yang berasal dari rangkuman tulisan para guru. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kemenag Jombang Muhajir saat dikonfirmasi di Aula Agro Wisata Sumber Celeng Diwek. Sabtu(7/2/26).
” Semoga inovasi dan kreatifitas guru MTsN 9 Jombang dapat memberikan memotivasi dan inspirasi untuk guru-guru di Kabupaten Jombang,” ujarnya.
Lanjutnya, karya tulis guru yang sudah di jadikan sebuah buku, merupakan inovasi pertama yang muncul dari guru MTsN 9 Jombang.
” Setahu saya ini merupakan inovasi di dunia pendidikan dengan menjadikan karya tulis guru yang dibukukan di Kabupaten Jombang,” tuturnya.
Ia berharap, adanya launching buku karya tulis dari guru ini dapat menginspirasi guru-guru lainya untuk menulis. Sebab kita kuga sedang menggalakkan budaya literasi di Kabupaten Jombang.
Sementara, CEO Pena Langit Publishing, Aang Fatihul Islam memaparkan bahwa Buku Mozaik Pendidikan dan Spiritualitas Nusantara merupakan hasil karya dari guru-guru MTsN 9 Jombang.
” Dalam buku tersebut banyak memuat berbagai pemikiran diantaranya mozaik tentang pendidikan, spiritualitas, nusantara, megengan, Ramadhan, serta dakwah kemudian diselaraskan menjadi suatu buku,” paparnya.
Ia berharap, dengan adanya bedah Buku Mozaik Pendidikan dan Spiritualitas Nusantara bisa dijadikan percikan bagi siswa untuk terus berkarya dan bisa menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah yang lain.
Ditempat sama, Kepala MTsN 9 Jombang Abdul Haris turut menyampaikan, buku ini hadir dengan premis yang mendalam bahwa pendidikan tidak pernah berdiri sendiri. Di dalamnya, para penulis memotret bagaimana pendidikan berkaitan erat dengan spiritualitas, tradisi keluarga, hingga tantangan global.
” Struktur buku ini dibagi menjadi empat bagian besar yang mencerminkan wajah pendidikan Nusantara yang majemuk. Setiap bab menyajikan kepingan pengalaman yang dirangkai menjadi satu mozaik utuh tentang pentingnya pembentukan karakter manusia secara menyeluruh, bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan,” ungkapnya.
Ia menekankan, bahwa menulis adalah bentuk perjuangan ideologi dan dedikasi seorang pendidik. Ia berharap karya ini menjadi pemantik bagi lahirnya buku-buku berikutnya.
“Saya motivasi bapak dan ibu guru untuk tidak ragu memulai menulis. Jangan dipendam sendiri, biarkan ide itu lahir menjadi karya. Harapan saya, ini bukan karya yang terakhir, melainkan awal dari lahirnya buku-buku selanjutnya,” tegasnya.
Selain itu, peluncuran buku ini sebagai pembuktian diri bahwa MTsN 9 Jombang sebagai lembaga pendidikan yang progresif dalam mengembangkan intelektualitas dan spiritualitas Nusantara.(Red).






