Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) gelar Sosialisasi dan Launching Penyaluran Alokasi Dana Desa (ADD) serta Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) oleh Bupati Jombang Warsubi. Dihadiri Sekretaris Daerah Agus Purnomo, Kepala DPMD Sudiro Setiono, Kepala Bapenda Sholahuddin Hafi Sucipto, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ibrahim, Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Jombang. Bertempat di Pendopo Kabupaten Jombang.
Apresiasi terhadap transformasi status desa di Jombang yang berkembang pesat. Sejak 2020, Jombang telah terbebas dari status desa tertinggal. Bahkan, pada 2025, mayoritas desa di Jombang telah menyandang status Desa Mandiri. Hal ini disampaikan Bupati Jombang Warsubi saat sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang. Kamis(5/2/26).
“Perubahan nomenklatur dari Indeks Desa Membangun (IDM) menjadi Indeks Desa mulai 2025 tetap mengusung substansi yang sama, yakni memperkuat kapasitas pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat untuk mencapai kemandirian,” ujarnya.
Pemkab Jombang telah mengalokasikan anggaran untuk mendukung pembangunan di tingkat akar rumput. Bupati merinci dana yang akan disalurkan tersebut agar dikelola secara transparan dan akuntabel.
” Pemerintah Kabupaten Jombang Pada Tahun Anggaran 2026 mengalokasikan Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp112.727.664.600,00 (Seratus dua belas miliar tujuh ratus dua puluh tujuh juta enam ratus enam puluh empat ribu enam ratus rupiah). Anggaran tersebut untuk mendukung penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pemberdayaan masyarakat, pembinaan kemasyarakatan, penanganan bencana, keadaan darurat dan mendesak di desa”, paparnya.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jombang juga menyalurkan bagian dari hasil pajak daerah dan retribusi daerah kepada desa. Total alokasi pajak daerah sebesar Rp30.244.600.000,00 (Tiga puluh miliar dua ratus empat puluh empat juta enam ratus ribu rupiah) dan retribusi daerah sebesar Rp1.922.319.306,00 (Satu miliar sembilan ratus dua puluh dua juta tiga ratus sembilan belas ribu tiga ratus enam rupiah).
” Diharapkan dana ini dapat semakin memperkuat kapasitas desa dalam menjalankan fungsi pemerintahan, pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara berkelanjutan. Besarnya anggaran harus diimbangi dengan pengelolaan yang tertib. Perencanaan harus matang dan pelaporan harus tepat waktu,” tuturnya.
Selain fokus pada infrastruktur, Bupati Warsubi akan mendorong desa untuk menyukseskan program pemerintah pusat, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) serta program kewirausahaan di tingkat dusun.
“Kedepannya kita akan dorong program satu dusun tiga wirausaha. Pembangunan tingkat desa harus terus ditingkatkan dan hasil Musrenbang harus segera ditindaklanjuti, agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” sampainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jombang Sudiro Setiono dalam laporannya menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam terkait mekanisme penyaluran sesuai regulasi terbaru, agar ADD dan PDRD 2026 bisa segera dicairkan dan digunakan secara optimal.
” Hari ini memulai tahapan penyaluran dana desa tahun anggaran 2026. Kami berharap, nantinya ADD yang telah disalurkan itu bisa digunakan untuk beberapa prioritas penting yang sudah ditetapkan,” harapnya.
Dalam kegiatan itu, juga dilakukan penyerahan penghargaan bagi desa-desa berprestasi di tahun 2025, di antaranya Penyusunan APBDes Tercepat: Juara I diraih Desa Gajah (Kec. Ngoro), Juara II Desa Asemgede (Kec. Ngusikan), dan Juara III Desa Pojokrejo (Kec. Kesamben). Video Kreatif Desa dimenangkan oleh Desa Mojotrisno, Desa Carangrejo, dan Desa Ngampungan.
Pada kesempatan tersebut Bupati didampingi Sekda Jombang dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Ibrahim Hadi Wibowo juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian kepada ahli waris dari perangkat desa dan petugas ambulans desa yang telah berdedikasi, sebagai bentuk komitmen perlindungan sosial bagi pelayan masyarakat di tingkat desa. (Red).






