Gerdupapak com, Jombang – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus bergerak aktif mengelola dan memperbaiki tata guna air di wilayahnya. Salah satu langkah nyata yang sedang dijalankan adalah pelaksanaan normalisasi saluran air sepanjang 845 meter yang berlokasi di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung. Kegiatan ini dikerahkan menggunakan alat berat berupa ekskavator, guna memaksimalkan fungsi saluran air sekaligus mengantisipasi risiko bencana hidrometeorologi.

Secara mendasar, normalisasi saluran atau sungai merupakan upaya pemulihan kondisi alami aliran air agar dapat berfungsi kembali sebagaimana mestinya, yaitu mampu mengalirkan air dengan lancar tanpa menimbulkan ancaman banjir maupun erosi tanah. Dalam pelaksanaannya, pekerjaan ini umumnya dilakukan melalui dua metode, yaitu secara manual dengan melibatkan tenaga manusia, maupun dengan bantuan alat berat.

Metode manual biasanya mengandalkan partisipasi masyarakat setempat untuk membersihkan sampah, memangkas vegetasi liar, hingga mengeruk endapan lumpur dalam skala kecil. Selain bertujuan memperbaiki lingkungan, cara ini juga berfungsi mempererat hubungan sosial dan meningkatkan kepedulian warga terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, untuk skala pekerjaan yang lebih besar, kompleks, atau pada saluran berukuran lebar dan panjang, penggunaan alat berat menjadi solusi yang jauh lebih efektif dan efisien. Penggunaan ekskavator dan kendaraan pengangkut memungkinkan pengerjaan selesai lebih cepat, hasil pekerjaan lebih maksimal, serta mampu menjangkau titik-titik yang sulit dijangkau oleh tenaga manusia saja.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Jombang, Imam Buatomi menjelaskan, normalisasi yang dilakukan oleh tim teknis dan alat berat dinasnya bertujuan utama untuk mengembalikan fungsi penampang sungai maupun saluran irigasi. Fokus utama pekerjaan ini adalah pengangkatan sedimen atau endapan lumpur, pembuangan sampah, serta pembersihan tanaman liar yang selama ini menghambat kelancaran aliran air.

“Tim alat berat dan peralatan Dinas PUPR Kabupaten Jombang telah melaksanakan normalisasi saluran sepanjang 845 meter di Desa Murukan, Kecamatan Mojoagung menggunakan ekskavator. Upaya ini kami lakukan untuk memperlancar aliran air serta meningkatkan kembali fungsi saluran bagi kepentingan masyarakat luas,” ujar Imam Buatomi.

Ia menambahkan, pekerjaan pengerukan ini memiliki dampak yang sangat besar, terutama dalam hal peningkatan kapasitas tampung air. Dengan dikeruknya endapan yang mengendap bertahun-tahun, saluran menjadi lebih dalam dan lebar, sehingga mampu menampung volume air yang jauh lebih besar dibandingkan kondisi sebelumnya.

Pelaksanaan normalisasi ini dinilai sangat strategis karena memberikan sejumlah manfaat utama yang akan langsung dirasakan oleh masyarakat, diantaranya mencegah Risiko Banjir sebab aliran air yang lancar ditunjang kapasitas saluran yang besar akan menekan risiko air meluap ke pemukiman warga maupun lahan pertanian, mengurangi erosi Tanah karena struktur saluran yang terawat dan aliran air yang terkontrol dapat mencegah pengikisan tanah di sepanjang bantaran sungai.

Selain itu, juga dapat meningkatkan Produktivitas Pertanian karena saluran irigasi yang bersih dan dalam memastikan pasokan air dapat mengalir lancar ke lahan persawahan tanpa terhambat pendangkalan, sehingga kebutuhan air bagi petani dapat terpenuhi dengan baik. Sekaligus meningkatkan kualitas air sebab pembersihan sedimen dan sampah membuat aliran air menjadi lebih bersih dan jernih, sebab kontaminan dan endapan penyebab kekeruhan sudah terangkat.

“Intinya, ekskavator tidak hanya digunakan untuk mengeruk tanah, tapi juga mengangkat segala hal yang menjadi penyumbat aliran. Mulai dari sampah, tanaman liar, hingga endapan lumpur. Semua ini demi mengendalikan risiko banjir dan memastikan irigasi pertanian di Jombang tetap optimal,” tegas Imam.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jombang menegaskan komitmennya untuk terus menjaga infrastruktur pengairan agar berfungsi secara maksimal, memberikan rasa aman dari ancaman bencana, serta turut mendukung ketahanan pangan daerah.(Red).