Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian gelar Tanam Perdana Program Bongkar Ratoon Tebu dan Perluasan Areal Tebu 2026 bersama Gubernur Jawa Timur, upaya memperkuat ketahanan pangan nasional melalui percepatan swasembada gula. Dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, Kepala Dinas Pertanian Much. Rony, Camat Mojowarno M. Ronny Afriandie, GM PT. SGN PG Tjoekir Abdul Azis Purmali beserta jajaran
Program Bongkar Ratoon sudah berlangsung beberapa kali di Kabupaten Jombang, ini merupakan langkah percepatan serta penyemangat untuk mecapai target dari pemerintah pusat. Hal ini di sampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much Rony ketika di wawancarai, di lahan sawah Desa Catakgayam, Kecamatan Mojowarno, Sabtu (23/5/2026).
“Kami berharap semua pihak, baik stakeholder, Pabrik Gula, APTR dapat bersinergi untuk mewujudkan target yang telah ditentukan oleh pemerintah,” ujarnya.
Lanjutnya, luasan untuk Bongkar Ratoon di Catak Gayam ini seluas 3,5 hektar. Sedangkan target Kabupaten Jombang terkait Bongkar Ratoon seluas 3.000 hektar dan sampai saat ini perluasan sudah mencapai sekitar 2600 hektar. Masih ada jekurang sekitar 400 hektar
“Tadi sudah kami sampaikan kepada Gubernur Jawa Timur, bahwa sebenarnya ada potensi luasan lahan untuk di kembangkan sebagai lahan tebu di Jombang yaitu di sekitar hutan dan wilayah Perhutani, tetapi kita terkendala terkait ijin, ” tuturnya.
Ia menambahkan, Pihak Perhutani dan Cabang Dinas Kehutanan sudah bersurat ke Kementerian masing-masing, tetapi ijin tersebut belum turun. Jika ijin tersebut turun target akan segera tercapai.
“Selama ini lahan miliki perhutani banyak ditanami tanaman pangan seperti jagung, nantinya bisa digantikan dengan tebu,” paparnya.
Adanya program Bongkar Ratoon dapat memberikan semangat untuk petani, sebab petani yang siap melaksanakan akan dibantu oleh pemerintah.
“Batuan tersebut berupa bibit senilai 10 Juta per hektar dan juga bantuan biaya garap sebesar 4 Juta perhektar,” ungkapnya.
Terkait Verifikasi petani penerima bantuan program Bongkar Ratoon dilakukan secara bersama-sama, termasuk Pabrik Gula, Dinas Pertanian, Perhutani serta TNI.
Sementara, General Manager PT Sinergi Gula Nusantara PG Tjoekir, Abdul Azis Purmali, mengatakan bahwa program bongkar ratoon merupakan program pemerintah dalam mewujudkan swasembada gula nasional.
“ Bongkar ratoon menjadi solusi penting dalam meremajakan tanaman tebu yang produktivitasnya mulai menurun akibat keprasan berulang. Menurutnya, melalui peremajaan tanaman dan perluasan areal tanam, hasil produksi tebu diharapkan meningkat secara signifikan,” ucapnya.
Ia menegaskan, program bongkar ratoon ini menjadi bagian penting dalam mendukung peningkatan produktivitas tebu rakyat. Dengan bibit unggul dan pola tanam yang lebih baik, kami optimistis hasil panen petani akan semakin meningkat.
“Kami berharap melalui program ini para petani lingkungan wilayah kerja PG Tjoekir semakin semangat dalam berkolaborasi dan bersinergi, petani bisa sejahtera serta bisa mewujudkan swasembada gula nasional sesuai dengan arahan pemerintah,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






