Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperpusip) gelar Malam Penganugerahan Festival Literasi Kabupaten Jombang 2026 sebagai puncak rangkaian kegiatan festival literasi sekaligus bentuk apresiasi kepada para juara berbagai lomba literasi dan perpustakaan yang telah diselenggarakan..

Festival literasi menjadi bagian dari rangkaian Jombang Fest 2026 yang bertujuan memperkuat budaya literasi, meningkatkan minat baca masyarakat, serta mendorong kreativitas dan produktivitas generasi muda di Kabupaten Jombang. Hal ini disampaikan Bupati Jombang Warsubi ketika sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (15/10/2026) malam.

“Festival literasi bukan sekadar kegiatan membaca dan menulis, melainkan wadah untuk mempertemukan penulis, guru, pustakawan, pegiat literasi, komunitas, generasi muda, serta berbagai elemen masyarakat dalam membangun budaya literasi,” ujarnya.

Menurutnya, literasi dapat diwujudkan melalui berbagai aktivitas, mulai dari membaca buku, menulis, bercerita, berpuisi, hingga pertunjukan teater, musik, seni, dan beragam kreativitas masyarakat.

“Pada malam penganugerahan ini kami ucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan atas prestasi yang telah diraih. Kami berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi untuk terus membaca, belajar, berkarya, dan menginspirasi masyarakat luas,” sebutnya.

Ia juga berpesan kepada peserta yang belum berhasil meraih juara agar tidak berkecil hati. Sebab, setiap upaya dalam membaca, menghasilkan tulisan, serta membagikan pengetahuan dan cerita yang bermanfaat merupakan bagian dari keberhasilan dalam membangun budaya literasi.

“Penghargaan ini tidak menjadi akhir dari perjalanan, melainkan penyemangat untuk terus membaca, belajar, berkarya, dan menginspirasi orang lain,” tuturnya.

Lebih lanjut, Warsubi menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang untuk terus mendorong penguatan budaya literasi melalui kolaborasi antara pemerintah, sekolah, keluarga, perpustakaan, komunitas, dunia usaha, penulis, seniman, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang mendekatkan anak-anak dengan buku, menumbuhkan kebiasaan belajar, serta memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas dan menghasilkan karya,” tandasnya.

Warsubi berharap Festival Literasi Kabupaten Jombang dapat terus berkembang dari tahun ke tahun, melibatkan lebih banyak masyarakat, menghadirkan beragam karya lokal, serta memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Jombang.

“Kami juga berharap budaya literasi semakin tumbuh dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang berpengetahuan, kreatif, kritis, dan produktif,” pungkasnya. (Rud/Nyf).