Jombang, Gerdupapak.com – Selamatan Buka Giling PT. Sinergi Gula Nusantara Pabrik Gula Tjoekir Tahun 2023. Bertemakan Era Baru Sinergi Baru Pabrik Gula Tjoekir, Petani dan Seluruh Stakeholder bersama Mitra Meraih Laba. Dihadiri oleh Wakil Bupati Jombang Sumrambah, Mewakili Direktur Utama PT. SGN Aris Tohsrisma Kepala Divisi Internal Audit dan Managemen Resiko PT.SGN Fajar Lazuardi, Kepala General Manager Regional Jawa Timur, Segenap General Manager Reginal Jawa Timur 1, General Manager PG. Tjoekir Abdul Azis Purmali, Ketua SP PTPN X beserta jajaran, Forkopimcam, Kepala desa Tjoekir, APTR Wilayah Kerja PG. Tjoekir, Perwakilan Bank BNI Mojokerto, Perwakilan Bank BNI Kediri, Ketua IKBI PG. Tjoekir beserta anggota dan Ketua Serikat Pekerja
PT. SGN membawahi 36 pabrik gula di Indonesia. Jadi, untuk Jawa Timur merupakan wilayah pabrik gula paling banyak di Indonesia terdiri dari PTPN X dan PTPN XI pabrik gula Tjoekir salah satunya.
Hal ini disampaikan Direktur Utama PT. SGN Aris Tohsrisma melalui Kepala Divisi internal audit PT. SGN Fajar Lazuardi ketika sambutan di Graha Karya Pabrik Gula Tjoekir. Senin(15/5/23)
” PT. SGN berharap Pabrik gula Tjoekir bisa memberikan laba seperti sebelumnya. Pabrik gula di Jawa timur yang memberikan rendemen bagus ada beberapa pabrik, salah satunya Pabrik Gula Tjoekir “, ujarnya
Lanjutnya, Pabrik gula Tjoekir merupakan pabrik gula andalan dari PT SGN. Wakil Bupati Jombang juga memberikan dukungan kepada PT SGN Pabrik gula Tjoekir dan mendukung para petani. PT SGN menargetkan gula 1 juta ton, kalau PG Tjoekir berdasarkan laporan GM PG Tjoekir menargetkan 500 ribu ton. Jika hal tersebut rendemen 7 paling tidak sekitar 35.000 ribu ton, untuk memenuhi hal tersebut kabupaten Jombang harus bersatu artinya pemkab, petani, dan pabrik gula bisa memberikan kontribusi yang positif.
Ditempat sama, Wakil Bupati Jombang Sumrambah menyampaikan, Teringat gula berarti kembali ke masa akhir tahun 1800 dan awal tahun 1900. Sebab, dulu ada orang Semarang namanya Oei Tiong Ham. Ia adalah raja gula Asia. Indonesia luar biasa dalam bidang Pergulaan tingkat internasional pada akhir tahun 1800.
” Konon, diceritakan Oei Tiong Ham memproduksi gula sendirian sebanyak 200.000 ton setiap tahunnya. Maka dari itu, kekayaannya waktu lalu sekitar 3 juta golden, sedangkan 1 goldennya bisa dibuat untuk membeli 200 porsi pecel,” ucapnya.
Menurut Sumrambah, beberapa waktu lalu produksi gula pemerintah hanya sekitar 1 juta ton, ditambah swasta rata-rata per tahunnya sekitar 2,3 juta ton. Jika Wing Tio Ham hidup dimasa sekarang maka 10 persen dari total hasil produksi nasional dapat dilakukan Wing Tio Ham sendiri.
” Dimana letak permasalahan tersebut sehingga produksi pergulaan semakin tidak kompetitif. Padahal, kita eksportir gula. Dulu sekitar akhir tahun 1.800 kantor perwakilan dagang Oei Tiong Ham ada dibeberapa negara diantaranya, Singapura, Amerika, Inggris, Hongkong. Tapi, mengapa sekarang kita justru impor tidak lagi ekspor,” terangnya.
Wakil Bupati Jombang juga meminta dari perwakilan para petani untuk menyampaikan terkait keluhannya dan upaya pemerintah kabupaten Jombang harus bagaimana agar dapat menjadi daya dorong terhadap produksi pergulaan di Kabupaten Jombang.
Sementara itu, General Manager PG. Tjoekir Abdul Azis Purmali ketika sambutan menyampaikan, Selamatan buka Giling ini sekaligus untuk mohon doa restu proses buka giling 2023 yang akan dimulai pada 23 Mei. Supaya PG. Tjoekir menjadi perusahaan yang sehat dan petaninya bisa menjadi sejahtera.
” Sebentar lagi tugas mulia menanti kita semua yaitu pelaksanaan giling. Pabrik Gula Tjoekir diberi amanah oleh PT. SGN untuk memproduksi minimal 420.000 Ton dengan rendemen sebesar 7,25 persen, tapi di setiap kegiatan internal selalu disampaikan bahwa tahun 2023 PG. Tjoekir ingin mencetak momentum untuk menghasilkan tebu sebanya 500.000 Ton. Hal ini bukan hal uang biasa, karena sejak 10 Tahun yang lalu PG. Tjoekir sudah terbiasa mencatat sejarah. Luas area disekitar PG. Tjoekir sangat mendukung untuk hal tersebut “, paparnya
Catatan kami kalau PG. Tjoekir kapasitas giling satu hari sekitar 3,800 Ton setara dengan 650 armada truk angkutan tebu. Pabrik Gula Tjoekir disuport sebanyak 750 petani tebu dengan total penebang sebanyak 3200 penebang. Sehingga ini menjadi suatu ekosistem ekonomi tersendiri, bahwa PG. Tjoekir benar-benar bisa memberikan kontribusi kepada daerah, bangsa dan negara. Harapan kita semua PG. Tjoekir bisa terus tumbuh berkembang. Tahun ini PG. Tjoekir dengan petani menerapkan sistem bagi hasil, kita akan memprioritaskan bahwa rendemen itu sesuai dengan kualitas tebu yang petani kirim ke pabrik. Kami juga melakukan revisi sistem bagi hasil yang jauh lebih menarik dari tahun sebelumnya dengan rendemen 7,5 maka petani akan mendapatkan bagi hasil yang lebih tinggi yaitu 5,26 Kg setiap kwintal tebu. Ini menunjukkan bahwa sebagai mitra kita harus sama-sama serius, dinamika ini perubahan yang luar biasa menuntut kita untuk selalu bekerja lebih baik.
” Pabrik Gula Tjoekir sudah siap menerima dan mengolah tebu dari petani, hal itu ditandai dengan kegiatan cethik geni serta wiwit tebang. Semoga dengan core value akhlak yang disampaikan di BUMN yaitu amanah, kompeten, harmonis, loyal, adaptif dan kolaboratif semuanya bisa menjawab tantangan-tantangan yang semakin tidak mudah. Saya yakin dan optimis teman-teman bisa bahu membahu kerjasama untuk mewujudkan cita-cita itu semua “, ungkapnya

Selain itu, Perwakilan petani tebu, H. Imron Rosadi juga menyampaikan beberapa harapannya kepada PG Cukir, diharapkan PG Cukir dan petani tebu memiliki hubungan yang baik. Sehingga, dapat meningkatkan kerjasama dan terjalinnya hubungan yang baik antara kedua belah pihak yang akan memunculkan simbiosis mutualisme saling menguntungkan.
” Semakin banyaknya penampungan tebu di wilayah Kabupaten Jombang dan berdirinya pabrik gula baru di sekitar wilayah pabrik gula Jombang. Maka, kinerja karyawan dan manajemen pabrik harus ditingkatkan menjadi lebih baik. Tujuannya, memberikan kepercayaan dan profesionalitas dari pabrik gula “, sampainya
Petani tebu berharap kerjasama yang baik antara petani yang dinaungi oleh beberapa koperasi di PG Cukir. Bila sudah terjalin hubungan yang baik, ketika ada perbedaan kepentingan dan persaingan. Jangan hanya dimaklumi sebagai malapetaka. Tetapi, dimaknai sebagai anugerah dari yang maha kuasa. pungkasnya (azl/nyf)






