Jombang, Gerdupapak.com – Dinas Pertanian Kabupaten Jombang bergerak cepat melakukan koordinasi dengan berbagai pihak dalam rangka mengantisipasi peningkatan serangan WBC (Wereng Batang Coklat), sebab musim Tanam Kemarau pertama 2023 terjadi potensi kenaikan serangan hama wereng batang coklat.
Kondisi cuaca saat ini sangat mendukung perkembangan hama wereng batang coklat, Dinas telah menyampaikan kepada seluruh camat untuk segera berkoordinasi dengan seluruh kepala desa di wilayah masing-masing agar meningkatkan waspada WBC, berkoordinasi dengan PPL dan POPT.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang Much. Rony. Rabu(31/5/23)
” Sebagaimana kita ketahui Bupati Jombang memiliki program Jombang Berkadang, dimana anggaran tersebut dialokasikan langsung ke desa. Salah satunya untuk Gerdal (Gerakan Pengendalian) OPT/ Organisme Pengganggu Tumbuhan. kalau tahun-tahun sebelumnya khusus untuk pengendalian OPT tikus. Tahun ini dengan melihat situasi di lapangan, anggaran Berkadang untuk Gerdal OPT sudah disesuaikan juknisnya bisa untuk mengendalikan OPT secara umum termasuk WBC “, ujarnya
Lanjutnya, Untuk mempercepat realisasi Berkadang Dinas Pertanian langsung turun ke lapangan baik ke Kecamatan maupun ke Desa serta ke lahan persawahan yang terkena serangan OPT untuk dilakukan Gerdal. Saya juga menyurati semua Camat agar desa melakukan percepatan pencairkan dana berkadang untuk gerdal WBC. Saya menerjunkan semua staf Kabupaten ke semua Kecamatan untuk bertemu dengan Camat, Kepala Desa, Poktan serta Gapoktan agar wasapada dan lakukan gerdal. Saya juga mengajak petani untuk peduli, kalau ada wereng segera dikendalikan. Jangan lengah, karena wereng tidak terlihat. Dia tinggal di pangkal batang. Jangan sampai gagal panen sebab akan menggangu ekonomi masyarakat, termasuk ketahanan pangan. Saya langsung mengunjungi beberapa Kecamatan antara lain Kecamatan Peterongan, Kecamatan Bandar, Kecamatan Megaluh dan Kecamatan Tembelang untuk segera berkoordinasi dengan Desa terkait melakukan Gerdal Menggunakan dana berkadang. Termasuk di Kecamatan Tembelang, ketika dikunjungi langsung diterima oleh Camat Tembelang dan dipertemukan dengan desa-desa yang ada di Kecamatan Tembelang.
” Semua desa sepakat untuk segera melakukan gerdal WBC, baik menggunakan dana berkadang maupun swadaya atau menggunakan bahan stimulan dari Dinas Pertanian. Selain pengendalian pestisida, saya juga menekankan untuk melakukan gerakan preventif Memakai pestisida nabati dan agen hayati untuk tanaman-tanaman yang masih belum terserang. Para petani dan PPL yang sudah kita latih untuk bisa memproduksi pestisida nabati maupun agen hayati seperti beuveria bassiana maupun metarizium, supaya mengaplikasikan itu untuk antispasi serangan WBC. Selain itu dalam situasi seperti ini manajemen pemakaian air juga harus dilakukan penerapan pengairan intermitten atau berselang antara pengairan dan pengeringan harus dilakukan sehingga kelembaban disekitar tanaman tidak terlalu tinggi “, tuturnya
Ditempat sama, Koordinator Wilayah PPL Kecamatan Peterongan Saifudin mengucapkan terimakasih atas support dari Kepala Dinas yang langsung turun ke lapangan menjelaskan kepada Camat dan kepala Desa untuk percepatan pengendalian hama wereng batang coklat.
” Ini sangat membantu kita yang di lapangan dengan adanya teknologi drone, pengendalian OPT Memang bisa dilakukan secara lebih efektif dan efisien. Dengan bantuan drone pengendalian WBC bisa dilakukan dengan lebih cepat “, ungkapnya
Keberdaaan wereng batang coklat di sekitar tanaman padi memang tidak bisa dihindarkan, tapi dengan manajemen budidaya yang baik diharapakkan keberadaan wereng tidak sampai merugikan petani. Tentu saja apabila ada kesimbangan yang baik antara wereng dan budidaya tanaman yang lebih sehat. Karena itu, Kepala Dinas Pertanian Menegaskan untuk semua petugas lebih intens dalam melakukan pengamatan dan segera melakukan langkah pengendalian apabila diperlukan. Untuk sukses budidaya padi dan mempertahankan ketersediaan pangan di Kabupaten Jombang. pungkasnya (Zul/Nyf)






