Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian gelar Temu Bisnis Kemitraan Usaha dan Pelatihan Kelembagaan Pertanian Perkebunan 2025, dibuka Bupati Jombang Warsubi diwakili Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Jombang Sri Surjati. Dihadiri Ketua Komisi B DPRD Jombang Anas Burhani, Kepala OPD , Direktur Perumda Panglungan Agus Mujiono, GM PG Tjoekir Abdul Azis Purmali, GM PG Djombang Baru Adisolech Wicaksono, serta para pelaku pertanian dan perkebunan.
Kabupaten Jombang merupakan salah satu wilayah agraris yang sebagian besar masyarakatnya bergantung pada sektor pertanian dan perkebunan. Forum temu bisnis dan kemitraan berfungsi untuk mempertemukan kepentingan petani, pelaku industri, akademisi dan pemerintah dalam satu ekosistem agribisnis yang terintegrasi. Hal ini disampaikan Bupati Jombang Warsubi melalui Staf Ahli Bidang Keuangan, Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Jombang Sri Surjati ketika sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Kamis (11/12/2025).
“ Sektor pertanian dan perkebunan merupakan penyangga utama ekonomi kerakyatan di Kabupaten Jombang, sehingga penguatan sektor ini menjadi prioritas dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Lanjutnya, salah satu komoditas unggulan perkebunan di Kabupaten Jombang adalah tembakau, luas tanam yang mencapai 5.853,8 hektar dan potensi produksi daun basah sebesar 58.531,3 ton. Sekaligus memiliki potensi besar dari segi produksi maupun kontribusi ekonomi di daerah.
“ Tanaman tembakau menjadi peluang besar bagi para petani di kabupaten jombang, karena tembakau telah menjadi sumber pendapatan penting bagi petani maupun bagi penerimaan negara melalui cukai,” ucapnya.
Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jombang terus berkomitmen dalam kesejahteraan petani melalui alokasi anggaran di APBD 2025. Meliputi penyediaan sarana dan prasarana seperti motor angkut, pompa air, traktor, pupuk, hingga pembangunan jalan usaha tani. Selain itu juga melalui DBHCHT yang berfokus pada peningkatan SDM petani tembakau melalui pelatihan, demplot pembenihan tembakau, serta pengembangan kemitraan dengan industri rokok.
“ Saya mengajak kepada seluruh pihak untuk menjadikan forum kemitraan usaha dan pelatihan sebagai momentum untuk memperkuat kolaborasi, membangun model bisnis pertanian yang tangguh, dan menyiapkan generasi muda yang siap menjadi pelaku agribisnis di masa mendatang,” harapnya.
Sementara, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang menyampaikan, tujuan utama dari temu Bisnis Kemitraan Usaha dan Pelatihan Kelembagaan Pertanian Perkebunan untuk medorong kesejahteraan para petani dan pemgembangan SDM para petani di Kabupaten Jombang.
“ Forum temu bisnis kemitraan usaha salah satu bentuk kehadiran pemerintah untuk mendekatkan produsen (Petani) dengan para pengusaha,” ungkapnya.
Dalam forum tersebut para petani diberikan wawasan terkait dengan proses mengolah hasil panennya agar ketika dijual mendaptkan harga yang tinggi sehingga petani sejahtera.
“ Harapan saya dengan adanya temu bisnis kemitraan usaha dan pelatihan, para petani muda juga turut terjun dalam sektor pertanian karena saat ini pangsa pasar dalam sektor pertanian maupun perkebunan sangat terbuka,” paparnya.
Ditempat sama, Ketua Komisi B DPRD Jombang Anas Burhani ketika diwawancarai mengungkapkan bahwa DPRD Jombang sangat mendukung penuh peningkatan kesejahteraan dan SDM masyarakat pada sektor pertanian dan perkebunan.
“ Temu bisnis kemitraan usaha dan pelatihan sangat penting bagi para petani, khusunya petani muda dalam meningkatkan kapasitas SDM. Selain itu juga sebagai lahan jejaring untuk meningkatkan produktifitas para petani,” tuturnya.
Ia mengajak seluruh masyarakat agar turut berperan aktif dalam kemajuan di sektor pertanian dan perkebunan, sehingga bisa mewujudkan Jombang maju dan sejahtera untuk semua.(Rd/Nyf).






