Jombang, Gerdupapak.com – Dinas Peternakan Kabupaten Jombang terus lakukan pengendalian penyakit kuku dan mulut (PMK) pada hewan ternak di Kabupaten Jombang.

Secara umum kejadian PMK pada maret 2026 ada penurunan kasus yang signifikan dibanding dengan kejadian PMK pada Januari 2026 lalu. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Jombang M Saleh melalui Kepala Bidang Kesehatan Hewan Aziz Daryanto ketika di konfirmasi di ruangannya, Rabu (4/3/2026).

“ Saat ini ada progres yang menggembirakan dari peningkatan laporan kesembuhan dari kasus sebelumnya. Jumlah kasus PMK mulai awal Januari sampai maret 2026 tercatat 148 kasus, dengan rincian, 125 sembuh, 3 mati, 8 potong paksa, sisanya 12 ekor masih sakit dan dalam masa pengobatan,” ujarnya.

Ia mengatakan, tak hanya progres kesembuhan pada hewan ternak, capaian vaksinasi PMK juga menunjukkan progres yg sangat positif, hal ini sangat penting dalam upaya meningkatkan kekebalan/status imunitas hewan dalam cakupan populasi tingkat Kabupaten terutama di saat cuaca yg kurang mendukung.

“ Alhamdulillah vaksinasi telah dilaksanakan dilapangan, sejumlah 11.229 dosis atau 62,4% dari target alokasi yg diberikan untuk Kabupaten Jombang pada tahap 1 sudah terealisasi, dengan total sejumlah 18.000 dosis vaksin dari pusat,” ungkapnya.

Aziz menekankan, vaksinasi menjadi upaya strategis dalam pengendalian pmk disamping desinfeksi rutin di pasar hewan. Upaya vaksinasi akan terus digencarkan seiring dengan telah diterima nya distribusi vaksin pmk sejak 28 Januari 2026 dari APBN tahap 1 sejumlah 18.000 dosis.

“ Giat vaksin PMK terus digalakkan pada Bulan Puasa ini oleh para petugas yang tergabung dalam 13 tim kerja vaksin di seluruh Kabupaten Jombang, sehingga pada akhir Maret target yang diberikan untuk Kabupaten Jombang dapat terselesaikan tepat waktu agar status zero kasus PMK khususnya di Kabupaten Jombang dapat segera terealisasi secepatnya,” pungkasnya.(Rd/Nyf).