Jombang, Gerdupapak.com – Semangat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia 2026 terasa berbeda di Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang. Seluruh warga mengikuti upacara bendera dengan mengibarkan Sang Merah Putih berukuran raksasa, yakni 7 x 15 meter. Upacara dipimpin langsung Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno, dan diikuti masyarakat dari berbagai unsur dengan mengenakan pakaian adat.

Tradisi pengibaran bendera raksasa tersebut bukan kali pertama digelar. Kegiatan serupa telah dilaksanakan Pemerintah Desa Ngudirejo bersama masyarakat selama lima tahun terakhir sebagai bagian dari rangkaian peringatan kemerdekaan.

Upacara pengibaran bendera bukan sekadar seremoni, tetapi menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Hal ini disampaikan Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno ketika di wawancarai di lapangan Dusun Canggon, Desa Ngudirejo, Senin (17/8/2026).

“Melalui pengibaran bendera raksasa ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah mendahului kita. Kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tidak lepas dari perjuangan mereka,” ujarnya.

Menurutnya, ukuran bendera 7 x 15 meter juga memiliki makna tersendiri. Bendera tersebut menggambarkan hati masyarakat Desa Ngudirejo yang lebar, lapang dan bahagia dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

“Makna dari bendera raksasa ini menggambarkan hati masyarakat Desa Ngudirejo yang lebar dan bahagia dalam menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ungkapnya.

Selain upacara dan pengibaran bendera, rangkaian kegiatan di Desa Ngudirejo juga diisi dengan jalan sehat, khotmil Quran, pengajian untuk mengenang jasa para pahlawan, tokoh agama dan tokoh masyarakat, serta berbagai perlombaan di tingkat RT.

“ Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan pawai budaya yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga tradisi dan budaya lokal,” paparnya.

Lantarno berharap semangat peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI terus tumbuh di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, mengenang perjuangan para pahlawan tidak cukup hanya melalui upacara, tetapi juga dengan menjaga persatuan, kebersamaan dan budaya yang diwariskan para pendahulu.

“Harapan kami, dengan adanya pengibaran bendera ini masyarakat semakin mengenang jasa para pahlawan yang dahulu berjuang untuk kemerdekaan Indonesia. Sekaligus menjadi bentuk uri-uri budaya agar tradisi dan kebudayaan yang ada tetap terjaga dan terus diwariskan kepada generasi berikutnya,” pungkasnya. (Rud/Nyf).