Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Desa Ngudirejo, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menggelar pawai budaya dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriyah. Diberangkatkan langsung oleh Bupati Jombang diwakili Camat Diwek Agus Sholihudin, didampingi Kepala Desa Ngudirejo Lantarno, serta segenap perangkat Desa Ngudirejo.

Pawai budaya ini menjadi salah satu bentuk kegiatan masyarakat Desa Ngudirejo dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW sekaligus menjadi momentum mempererat tali silaturahmi dan kerukunan antarwarga. Hal ini disampaikan Camat Diwek, Agus Sholihudin, ketika di wawancarai, Selasa (25/8/2026).

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Diwek, saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Desa Ngudirejo yang melaksanakan kegiatan peringatan Maulid Nabi dengan karnaval. Pawai budaya menjadi sarana positif untuk mempersatukan masyarakat agar tetap guyub, rukun dan damai,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari peringatan Maulid Nabi, tetapi juga menjadi hiburan bagi masyarakat, khususnya warga Desa Ngudirejo.

“Tujuannya dalam rangka mempersatukan masyarakat agar guyub rukun, damai bersama-sama mengikuti kegiatan karnaval ini. Ini sekaligus menjadi hiburan bagi masyarakat, khususnya yang ada di Desa Ngudirejo,” imbuhnya.

Agus juga mengingatkan seluruh peserta dan masyarakat yang hadir untuk bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban selama pawai berlangsung. Ia berharap tidak terjadi tindakan anarkis, tawuran maupun penggunaan minuman keras.

“Kami menghimbau jangan sampai terjadi anarkis, tawuran, miras dan sebagainya. Harapan saya semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar, karena ini juga dari masyarakat untuk masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngudirejo, Lantarno, mengatakan pawai budaya dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut merupakan kegiatan yang telah dilaksanakan secara rutin setiap tahun.

“Diadakan karnaval setiap tahun, dari mulai saya menjabat dulu 2007 itu sudah ada karnaval. Jadi ini malah dikembangkan lagi karena mengikuti zaman, ada sound-sound horeg,” jelasnya

Ia menyebutkan, antusiasme masyarakat juga cukup tinggi. Lantarno memperkirakan sekitar 5.000 peserta akan mengikuti pawai tersebut. Selain masyarakat Desa Ngudirejo, peserta dari luar desa juga terkadang turut ambil bagian.

“Pesertanya nanti seluruh masyarakat Ngudirejo. Insya Allah kadang-kadang dari luar juga ada. Sekitar 5.000 peserta yang nanti mengikuti karnaval,” ungkapnya.

Terkait tema, Lantarno menjelaskan bahwa kegiatan tersebut mengangkat tema utama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yakni memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Ia berharap pelaksanaan pawai budaya tahun ini berjalan lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Selain meriah, keamanan dan kenyamanan masyarakat menjadi perhatian utama panitia dan pemerintah desa.

“Harapannya untuk ke depan juga akan lebih baik. Harapannya tidak ada permasalahan, lancar, tidak ada kendala apa-apa seperti yang kemarin. Alhamdulillah di Desa Ngudirejo sangat aman,” paparnya.

Pawai budaya Maulid Nabi Muhammad SAW Desa Ngudirejo tersebut diharapkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga mampu memperkuat persaudaraan, kebersamaan, serta semangat guyub rukun warga dalam menjaga tradisi dan nilai-nilai keagamaan di tengah perkembangan zaman. Pungkasnya. (Rud/Nyf).