Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang terus memperkuat upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di Kelurahan Jelakombo, Kecamatan Jombang, dengan menggandeng Perum BULOG Kantor Cabang Mojokerto.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu bentuk sinergi antara pemerintah daerah dan BULOG dalam memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok dengan harga yang terjangkau. Kegiatan tersebut juga menjadi langkah intervensi pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus mengantisipasi potensi kenaikan harga bahan pangan. Hal ini disampaikan Pimpinan Cabang Perum BULOG Mojokerto, Muhammad Husin, ketika di konfirmasi, Jumat (11/9/2026).
“Kami terus berupaya menambah dan mempermudah akses pangan kepada masyarakat melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah. Kehadiran BULOG diharapkan dapat membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pangan dengan harga yang terjangkau sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen,” ujarnya.
Menurutnya, pelaksanaan GPM juga menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan kebutuhan pangan pokok masyarakat tetap tersedia dengan harga yang terjangkau. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat memperoleh sejumlah komoditas pangan, di antaranya beras SPHP dan minyak goreng Minyakita.
“Pelaksanaan GPM ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok penting (bapokting) serta mengantisipasi potensi kenaikan harga yang dapat berdampak terhadap daya beli masyarakat maupun laju inflasi daerah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Jombang melalui Kepala Bidang Sarana Perdagangan dan Bahan Pokok Penting, Hikha Ratri Widyashanti, menyampaikan bahwa pasar murah merupakan salah satu bentuk intervensi pemerintah dalam menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memperoleh pangan dengan harga terjangkau, tetapi juga menjadi langkah antisipatif untuk menjaga stabilitas harga dan mengendalikan inflasi daerah.
“Ini merupakan bentuk hadirnya pemerintah di tengah masyarakat. Kami ingin memastikan ketersediaan pasokan pangan aman dan harganya tetap terjangkau oleh daya beli warga, sekaligus memitigasi lonjakan harga yang kerap memicu inflasi,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






