Jombang, Gerdupapak.com – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Negeri dan Swasta Kabupaten Jombang terus mendorong pengembangan olahraga Pickleball di lingkungan pendidikan. Upaya tersebut sekaligus menjadi sarana memperkuat sinergi antara sekolah negeri dan swasta.

Melalui pertemuan informal kepala sekolah tersebut menjadi momentum untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi antara kepala sekolah negeri dan swasta. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua MKKS SMP Negeri dan Swasta Kabupaten Jombang, Yoni Tri Joko Kurnianto ketika di wawancarai di SMPN 4 Jombang, Jumat (25/9/2026).

“Tujuannya kegiatan ini yaitu untuk bersinergi antara kepala sekolah negeri dan swasta. Kami awali dengan kegiatan ringan, lalu pembinaan, dan terakhir bermain Pickleball dalam rangka membumikan olahraga ini di kalangan pelajar SMP,” ujarnya.

Menurut Yoni, antusiasme kepala sekolah dalam kegiatan tersebut cukup tinggi. Kehadiran kepala SMP negeri mencapai sekitar 97 persen. Sementara dari SMP swasta, tercatat sekitar 25 kepala sekolah dari total 88 sekolah yang terdaftar mengikuti kegiatan.

“Selain memperkuat sinergi antarsekolah, kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengenalkan Pickleball kepada lebih banyak satuan pendidikan. Olahraga yang relatif baru ini memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi salah satu pilihan kegiatan olahraga bagi pelajar,” ucapnya.

Dukungan Dinas Pendidikan juga diarahkan untuk menjaring serta mengembangkan potensi atlet muda Jombang. Terlebih, Pickleball Jombang telah mencatatkan prestasi hingga tingkat internasional melalui sejumlah pelajar SMP.

“Diharapkan sekolah-sekolah dapat mengintegrasikan olahraga ini melalui kegiatan intrakurikuler, kokurikuler maupun ekstrakurikuler,” jelasnya.

Yoni menyebut, pembinaan Pickleball tidak cukup dilakukan melalui satu kegiatan. Karena itu, MKKS berencana menggelar pertemuan informal secara rutin sedikitnya tiga kali dalam setahun dengan agenda yang salah satunya berupa turnamen Pickleball.

Pelaksanaan kegiatan nantinya akan dilakukan secara bergilir di sekolah-sekolah. Salah satu sasaran utamanya adalah sekolah yang sudah memiliki fasilitas lapangan basket sehingga dapat dikembangkan untuk mendukung aktivitas Pickleball.

“Diharapkan masing-masing sekolah punya minimal ekstrakurikuler Pickleball. Sehingga talenta-talenta di pinggiran yang selama ini belum mengenal Pickleball bisa segera mengenal dan ikut serta,” katanya.

Pembinaan olahraga Pickleball di Jombang sebelumnya telah mulai diperkenalkan melalui berbagai ajang olahraga, di antaranya Pekan Olahraga Kabupaten (Porkab) dan Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab).

“Sejauh ini, tiga sekolah telah menyumbangkan atlet hingga tingkat internasional yakni SMP Negeri 1 Jombang, SMP Negeri 3 Peterongan dan SMP Negeri 1 Tembelang,” paparnya.

Pengembangan Pickleball tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan prestasi olahraga, tetapi juga membuka kesempatan bagi lebih banyak pelajar di berbagai wilayah Jombang untuk mengenal dan mengembangkan bakatnya.

Di sisi lain, forum MKKS juga diarahkan menjadi ruang memperkuat kerja sama antara sekolah negeri dan swasta. Sinergi tersebut diharapkan dapat berkembang ke berbagai bidang pendidikan, termasuk kurikulum dan model pembelajaran.

“Muara terakhirnya, kita nanti suatu saat tidak ada kesenjangan antara negeri dan swasta. Sehingga standar mutu pendidikan di Jombang bisa sama,” pungkasnya. (Rud/Nyf).