Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian gelar Tobacco Agropreneur Day Vol. 2 2026. Upaya mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas tembakau, melalui pengembangan wirausaha muda dan perluasan kemitraan agribisnis. Dengan mengusung tema “Agropreneur Tembakau, Muda Berkarya Tembakau Berjaya”, berlangsung pada 20–21 Oktober 2026.
Tobacco Agropreneur Day Vol. 2 2026 menjadi wadah apresiasi bagi petani tembakau sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang inovatif dan berjiwa wirausaha. Hal ini disampaikan Bupati Jombang, Warsubi, ketika sambutan di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (21/10/2026).
“Sektor pertanian merupakan salah satu penopang perekonomian daerah. Tembakau menjadi komoditas perkebunan unggulan yang memiliki potensi besar dalam meningkatkan pendapatan petani sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Lanjutnya, berdasarkan data per 30 September 2026, luas tanam tembakau di Kabupaten Jombang mencapai 6.508,7 hektare, dengan produktivitas daun basah sekitar 15 hingga 17 ton per hektare. Potensi tersebut harus dikelola dengan baik agar memberikan manfaat yang semakin besar bagi petani dan masyarakat.
“Pengembangan komoditas tembakau perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas hasil panen, produktivitas, serta kepastian pasar. Pemerintah Kabupaten Jombang terus memberikan dukungan melalui bantuan sarana produksi, alat rajang, pelatihan, demplot benih dan varietas unggul, serta pengembangan kemitraan,” sebutnya.
Warsubi juga menekankan pentingnya membangun kemitraan yang sehat antara petani, asosiasi, pelaku usaha, dan industri hasil tembakau. Penilaian mutu hasil panen harus dilakukan secara transparan, informasi harga terbuka, serta kesepakatan pembelian memberikan keuntungan yang wajar bagi seluruh pihak.
“Produksi yang tinggi harus diikuti dengan kualitas yang baik dan kepastian pasar. Karena itu, saya mendorong kemitraan yang sehat antara petani, asosiasi, pelaku usaha, dan industri hasil tembakau,” tegasnya.
Selain peningkatan produktivitas, Bupati Warsubi menyoroti pentingnya regenerasi petani. Ia berharap generasi muda Jombang semakin tertarik menekuni usaha pertanian, khususnya tembakau, dengan membawa inovasi dan memanfaatkan perkembangan teknologi.
Melalui Tobacco Agropreneur Day, Warsubi mendorong para agropreneur muda untuk mengembangkan usaha dari sektor hulu hingga hilir, memperkuat identitas produk, memanfaatkan teknologi, serta memperluas pemasaran melalui platform digital.
“Saya ingin anak-anak muda Jombang melihat sektor tembakau sebagai bidang usaha yang menjanjikan dan terbuka terhadap inovasi. Para agropreneur muda harus berani mengembangkan usaha dari hulu hingga hilir, memanfaatkan teknologi, memperkuat identitas produk, dan memperluas pemasaran melalui platform digital,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, M Rony, menjelaskan bahwa Tobacco Agropreneur Day Vol. 2 merupakan bentuk apresiasi pemerintah daerah kepada petani tembakau, terutama petani muda yang diharapkan menjadi penerus generasi petani saat ini.
Menurut Rony, kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari keberhasilan panen tembakau yang dinilai memiliki potensi ekonomi menjanjikan bagi masyarakat Jombang. Ia menyebutkan, potensi ekonomi komoditas tembakau diperkirakan mendekati Rp500 miliar.
“Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi anak-anak muda untuk meneruskan regenerasi petani, mengingat rata-rata usia petani saat ini sudah di atas 50 tahun. Kami berharap, dengan dukungan pemerintah daerah, generasi muda mendapat kesempatan untuk menjadi petani profesional, salah satunya di sektor tembakau yang memiliki potensi luar biasa,” ucapnya.
Ia menambahkan, penyelenggaraan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pertanian untuk mendorong tumbuhnya wirausaha muda di sektor pertanian, sejalan dengan program pengembangan wirausaha baru di setiap dusun.
“Kegiatan ini bertujuan memperkuat ekosistem agribisnis tembakau yang berkelanjutan serta memperluas jejaring kemitraan antara petani, pelaku industri, akademisi, dan pemerintah daerah,” tuturnya.
Rangkaian Tobacco Agropreneur Day Vol. 2 meliputi bimbingan teknis agropreneur tembakau, pameran produk tembakau dan UMKM pertanian, serta talk show dan diskusi interaktif yang menghadirkan narasumber dari perguruan tinggi, lembaga penelitian, perusahaan rokok, dan asosiasi petani tembakau.
Pada hari kedua, kegiatan juga diisi dengan pemilihan Agropreneur Muda Tembakau Kabupaten Jombang Tahun 2026. Agenda tersebut menjadi salah satu upaya untuk memberikan ruang bagi petani muda dalam menunjukkan pengetahuan, kreativitas, serta gagasan pengembangan usaha tembakau.
“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Jombang berharap tumbuh semakin banyak wirausaha muda yang kreatif dan inovatif, meningkatnya nilai tambah serta daya saing komoditas tembakau, dan semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan pengembangan ekonomi pertanian yang berkelanjutan,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






