Jombang, Gerdupapak.com – Antusiasme warga Desa Bandung, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, membludak dalam pasar murah gula yang digelar melalui kerja sama PG Tjoekir dengan Pemerintah Desa Bandung, Sebanyak 500 kilogram gula yang disediakan ludes terjual karena tingginya minat masyarakat.
Pasar murah ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah desa dan PG Tjoekir dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Hal ini disampaikan Kepala Desa Bandung, Anang Fauzi ketika di konfirmasi di ruangannya, Jumat (12/6/2026).
“Kami sangat mengapresiasi kepedulian PG Tjoekir yang telah bekerja sama dengan Pemerintah Desa Bandung untuk mengadakan pasar murah gula bagi warga. Alhamdulillah, antusiasme masyarakat sangat luar biasa. Sejak pagi warga sudah datang untuk membeli gula yang disediakan,” ujarnya.
Menurutnya, pembatasan pembelian maksimal 5 kilogram per orang dilakukan agar distribusi gula dapat merata dan dinikmati lebih banyak warga.
“Kami sengaja membatasi pembelian maksimal lima kilogram per orang agar manfaat pasar murah ini bisa dirasakan lebih luas oleh masyarakat. Dengan stok 500 kilogram yang disediakan, kami ingin sebanyak mungkin warga mendapatkan kesempatan membeli gula dengan harga terjangkau,” ucapnya.
Anang Fauzi menilai kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama di tengah kebutuhan rumah tangga yang terus meningkat. Ia berharap kerja sama serupa dapat terus dilakukan pada masa mendatang.
“Atas nama Pemerintah Desa Bandung dan seluruh masyarakat, kami mengucapkan terima kasih kepada PG Tjoekir atas dukungan dan kepeduliannya. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut karena sangat bermanfaat bagi warga,” paparnya.
Sementara, GM PG Tjoekir Abdul Aziz Purmali, melalui Asisten Manager Umum, Seno Widyatmoko menyampaikan, Pasar murah gula ini merupakan bagian dari komitmen PG Tjoekir untuk hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar perusahaan.
“Kami memahami bahwa gula merupakan salah satu kebutuhan pokok yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga melalui kegiatan ini kami berupaya membantu warga mendapatkan gula dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, PG Tjoekir menjual gula dengan harga Rp15.000 per kilogram, jauh lebih terjangkau dibandingkan harga pasar saat ini. Untuk tahap awal kami siapkan 500 kilogram. Jika nanti kebutuhan masih ada, kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut untuk kemungkinan kegiatan susulan,” jelasnya.
Disebutkan pula, pasar murah ini menjadi yang pertama dilaksanakan sejak PG Tjoekir membuka masa giling tahun ini. Keberhasilan kegiatan ini menegaskan bahwa program-program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat sangat dibutuhkan dan mendapatkan sambutan positif.
“ Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi yang baik antara perusahaan dan pemerintah daerah dalam mendukung kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga kestabilan ekonomi di tingkat desa,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






