Jombang, Gerdupapak.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Jombang terus berbenah meningkatkan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Terbaru, rumah sakit ini menghadirkan fasilitas Laboratorium Mikrobiologi berteknologi mutakhir yang mampu mempercepat dan memperakurat proses diagnosis berbagai penyakit infeksi.

Fasilitas ini diperkenalkan melalui program RSUD Jombang Menyapa. Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik RSUD Jombang, dr. Merry Puspita, M.Ked.Klin., Sp.MK menjelaskan, keberadaan laboratorium ini menjadi kunci untuk mengidentifikasi penyebab infeksi—mulai dari bakteri, jamur, hingga virus—sehingga dokter dapat menentukan pengobatan yang paling tepat sasaran.

“Kini kita memiliki alat setara fasilitas di kota besar. Bahkan untuk pemeriksaan Tuberkulosis (TBC), hasilnya bisa diketahui hanya dalam waktu sekitar empat jam. Pasien tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan kepastian diagnosis,” ujar dr. Merry.

Selain keunggulan teknologi, pihaknya juga menyampaikan pesan penting terkait bahaya penggunaan antibiotik sembarangan. Kebiasaan membeli obat sendiri di apotek atau menghentikan konsumsi sebelum tuntas dapat memicu resistensi antimikroba—kondisi di mana kuman menjadi kebal dan obat tidak lagi mempan.

“Resistensi ini tidak hanya merugikan diri sendiri, kuman kebal juga bisa menyebar ke lingkungan dan orang lain. Penggunaan antibiotik harus selalu atas resep dan petunjuk dokter,” tegasnya.

Di sisi lain, RSUD Jombang juga menyoroti pentingnya pemenuhan gizi anak guna mencegah anemia defisiensi besi. Dokter spesialis anak RSUD Jombang, dr. Ahmad Mahfur mengingatkan, ASI eksklusif memang dianjurkan hingga usia enam bulan, namun setelah itu kadar zat besinya menurun tajam sehingga anak wajib mendapatkan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang kaya nutrisi.

“Kunci utamanya adalah makanan berbasis protein hewani seperti daging, ayam, telur, dan ikan. Jika kebutuhan zat besi tidak terpenuhi, anak berisiko tinggi terkena anemia yang sering kali tidak menunjukkan gejala awal namun bisa mengganggu tumbuh kembang dan kemampuan belajarnya,” jelas dr. Ahmad.

Langkah pencegahan yang disarankan antara lain memberikan asupan gizi tepat, suplementasi zat besi sesuai indikasi, skrining kesehatan saat usia 9 bulan hingga 1 tahun, serta rutin memantau tumbuh kembang di Posyandu.

Merespons tingginya kebutuhan layanan anak, RSUD Jombang kini juga telah mengembangkan Pelayanan Tumbuh Kembang Terintegrasi. Layanan ini menghadirkan kolaborasi antar dokter spesialis anak, rehabilitasi medik, psikolog, psikiater, hingga ahli gizi untuk memberikan penanganan yang menyeluruh dan optimal bagi anak.

“Deteksi dini dan pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati saat penyakit sudah parah. Melalui fasilitas canggih dan edukasi yang tepat, kami berharap kesehatan masyarakat Jombang, khususnya generasi penerus, dapat terjaga dengan maksimal,” pungkas dr. Ahmad. (Red).