Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang gelar Pagelaran wayang kulit rangkaian Jombang Fest 2026 dalam rangka rmemperingati Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang.

Kegiatan tersebut menjadi sarana hiburan bagi masyarakat sekaligus upaya melestarikan seni dan budaya tradisional Jawa agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Pagelaran wayang kulit tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari upaya menjaga warisan budaya leluhur di tengah perkembangan zaman. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Wakil Bupati Jombang, Salmanudin Yazid, ketika sambutan di Alun-alun Jombang, Kamis (22/10/2026) malam.

“Acara ini kami hadirkan untuk memberikan hiburan kepada masyarakat Jombang, sebagai salah satu bentuk pelestarian budaya leluhur. Wayang kulit adalah budaya asli Jawa yang harus kita jaga agar tidak hilang oleh arus budaya modern,” ujarnya.

Ia menegaskan, masyarakat tetap dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa harus meninggalkan nilai-nilai budaya yang diwariskan oleh para leluhur. Karena itu, pelestarian seni tradisional perlu dilakukan secara bersama-sama, baik oleh pemerintah, pelaku seni, maupun masyarakat.

“Saya berharap seni dan budaya tradisional bisa terus mendapat tempat di hati masyarakat Jombang. Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengenalkan wayang kulit kepada anak-anak dan generasi muda, sekaligus memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk terus berkarya,” harapnya.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Jombang akan terus mendukung kegiatan seni dan budaya sebagai bagian dari upaya merawat identitas daerah.

Selain itu, ia mengajak masyarakat yang hadir untuk turut mempromosikan seni wayang kulit melalui media sosial masing-masing.

“Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pengenalan budaya tradisional kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Tunjukkan bahwa kita bangga pada warisan budaya kita,” ajaknya.

Melalui pagelaran wayang kulit dalam rangka Hari Jadi ke-116 Pemerintah Kabupaten Jombang ini, diharapkan kecintaan masyarakat terhadap seni tradisional semakin tumbuh. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Pungkasnya. (Rud/Nyf).