Jombang, Gerdupapak.com – Suasana penuh sukacita dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Riyaya Unduh-Unduh 2026 yang digelar jemaat Gereja Kristen Jawi Wetan Mojowarno. Tradisi ini menjadi wujud rasa syukur atas hasil panen yang diberikan oleh Tuhan YME.

Pelaksanaan Riyaya Unduh-Unduh diawali dengan ibadah syukur yang berlangsung khidmat. Jemaat membawa berbagai hasil bumi seperti padi, sayuran, buah-buahan, hingga aneka makanan tradisional sebagai simbol persembahan dan ungkapan terima kasih atas rezeki yang diterima sepanjang tahun. Hal ini disampaikan Ketua Panitia Riyaya Unduh-Unduh GKJW Mojowarno, Rudi Prasetyo Adi ketika di wawancarai di Lapangan SMPK YBPK Mojowarno, Minggu (10/5/2026) malam.

“ Kegiatan juga dimeriahkan dengan kirab hasil bumi, pertunjukan seni budaya, pelelangan hasil persembahan jemaat yang hasilnya digunakan untuk mendukung pelayanan gereja dan kegiatan sosial masyarakat, dan di tutup dengan acara puncak pagelaran wayang kulit semalam suntuk,” ujarnya.

Lanjutnya, tradisi ini menjadi salah satu bentuk pelestarian budaya sekaligus mempererat tali persaudaraan antarumat beragama di Kabupaten Jombang.

“ Melalui Riyaya Unduh-Unduh ini, kami ingin mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga kebersamaan, memperkuat iman, serta berbagi berkat kepada sesama, momentum ini juga untuk menanamkan nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat,” ucapnya.

Ia mengungkapkan, Masyarakat yang hadir tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Kehangatan dan nuansa kebudayaan Jawa yang kental menjadikan perayaan Riyaya Unduh-Unduh 2026 berlangsung semarak namun tetap penuh makna spiritual.

Sementara, Wakil Bupati Jombang, Salmanuddin Yazid menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar GKJW Mojowarno atas terselenggaranya Riyaya Unduh-Unduh 2026.

“ Pagelaran wayang kulit bukan sekedar pertunjukan seni, tetapi merupakan warisan budaya yang kaya makna dan nilai-nilai luhur. Wayang kulit telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia selama berabad-abad. Cerita-cerita wayang kulit memberikan hiburan, pelajaran moral dan tuntunan hidup bagi kita semua untuk menjalani kehidupan dengan baik,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Jombang sangat mendukung upaya-upaya yang dilakukan untuk melestarikan budaya bangsa.

“ Saya berharap, kegiatan ini dapat menjadi wadah untuk mempererat tali persaudaraan dan silaturahmi antar umat beragama, serta meningkatkan rasa cinta tanah air dan kebangsaan. Selain itu, kebersamaan dan keharmonisan di tengah masyarakat bisa tetap terjaga dengan baik. Sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) akan selalu terjaga dengan baik dan bisa menjadikan Jombang senantiasa kondusif,” pungkasnya. (Rud/Nyf).