Jombang, Gerdupapak.com – PT SGN Pabrik Gula (PG) Djombang Baru menatap musim giling 2026 dengan optimisme tinggi. Perusahaan menargetkan produksi 20.000 ton gula kristal putih melalui pengolahan sekitar 2,8 juta kuintal tebu selama masa giling yang diperkirakan berlangsung selama 130 hari.
Target tersebut disusun berdasarkan kesiapan pasokan bahan baku tebu dari petani serta performa pabrik yang telah dipersiapkan untuk menghadapi musim giling tahun ini. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Plt General Manager PG Djombang Baru, Wukir Dana Sekti ketika di konfirmasi, Rabu (9/5/2026).
“Target tebu yang akan digiling mencapai 2,8 juta kuintal, sedangkan target produksi gula kristal putih sekitar 20.000 ton,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan pencapaian target produksi ditopang oleh kapasitas giling pabrik yang rata-rata mencapai 2.200 ton cane per day (TCD). Dengan kapasitas tersebut, PG Djombang Baru optimistis mampu mengolah seluruh pasokan tebu selama masa operasional giling.
“Dengan kapasitas giling rata-rata 2.200 TCD, insyaallah PG Djombang Baru akan menjalankan masa giling selama 130 hari untuk mencapai target total tebu tergiling sebanyak 2,8 juta kuintal,” jelasnya.
Selain mengejar volume produksi, PG Djombang Baru juga fokus menjaga kualitas hasil gula melalui peningkatan rendemen. Pada musim giling tahun ini, PG Djombang Baru membidik rendemen sebesar 7,2 persen, angka yang dinilai cukup kompetitif di tengah berbagai tantangan budidaya dan kondisi cuaca.
“Target rendemen 7,2 persen terus kami upayakan melalui pemilihan bahan baku tebu yang berkualitas serta memastikan kesiapan dan performa pabrik tetap optimal selama musim giling berlangsung,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara petani tebu dan pihak pabrik menjadi faktor penting dalam mendukung pencapaian target tersebut. Ketersediaan bahan baku yang berkualitas akan berdampak langsung terhadap produktivitas dan efisiensi proses pengolahan gula.
“ Dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan, PG Djombang Baru optimistis musim giling 2026 dapat berjalan lancar dan memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan gula nasional. Di sisi lain, keberhasilan musim giling juga kami harap mampu meningkatkan kesejahteraan petani tebu serta memperkuat kemitraan yang selama ini terjalin dengan masyarakat di Jombang dan wilayah sekitarnya,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






