Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan. Salah satu langkah yang dilakukan yakni memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Smart Card Beresin Sampah dan administrasi bank sampah.
Sosialisasi Smart Card Beresin Sampah dan Administrasi Bank Sampah menjadi bagian dari upaya Pemkab Jombang dalam memperkuat program Kampung Iklim (ProKlim)sekaligus membangun kesadaran masyarakat agar pengelolaan sampah dilakukan sejak dari sumbernya.
Perubahan iklim saat ini telah menjadi tantangan nyata yang dirasakan masyarakat. Mulai dari peningkatan suhu udara, perubahan pola curah hujan hingga meningkatnya risiko bencana lingkungan. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid ketika sambutan di Ruang Bungtomo Setdakab Jombang, Selasa (8/9/2026).
“Karena itu, diperlukan langkah nyata dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat dalam menjaga lingkungan dan mengurangi emisi gas rumah kaca,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu upaya yang dilakukan Pemkab Jombang adalah melalui pengembangan Program Kampung Iklim. Program tersebut mendorong masyarakat melakukan aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim secara berkelanjutan.
“Keberhasilan ProKlim sangat ditentukan oleh keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama dalam pengelolaan sampah dari sumbernya. Kami sangat mengapresiasi peran aktif masyarakat dalam mendukung kegiatan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lingkungannya masing-masing,” tegasnya.
Komitmen tersebut, lanjut Salmanudin, mulai menunjukkan hasil positif. Hal ini terlihat dari meningkatnya jumlah lokasi yang berpartisipasi dalam program ProKlim di Kabupaten Jombang.
Pada 2025, tercatat satu lokasi meraih predikat ProKlim Lestari, yakni Kelurahan Kaliwungu, Kecamatan Jombang. Selain itu, tiga lokasi meraih predikat ProKlim Utama dan tujuh lokasi meraih predikat ProKlim Madya.
Sementara pada 2026, terdapat lima lokasi calon ProKlim yang diajukan, yakni Desa Carangrejo Kecamatan Kesamben, Desa Rejoagung Kecamatan Ploso, Desa Mojotrisno Kecamatan Mojoagung, Desa Sambongdukuh dan Desa Jabon Kecamatan Jombang..
Pemkab Jombang juga terus memperkuat pembinaan dan pelatihan dengan menggandeng PKK Kabupaten Jombang melalui program Gerakan Sampah Sayang.
“Peran PKK dalam mendukung pengelolaan sampah menjadi sangat penting, karena PKK adalah gerakan yang langsung menyentuh keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat,” jelasnya.
Melalui sosialisasi Smart Card Beresin Sampah, masyarakat diperkenalkan dengan sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib sekaligus memberikan manfaat ekonomi melalui mekanisme tabungan sampah.
“Pencatatannya dapat dilakukan dengan lebih mudah dan akurat serta terdokumentasi dengan baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Miftahul Ulum mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi sosialisasi, tetapi diarahkan untuk memperkuat kelembagaan dan partisipasi masyarakat dalam aksi lingkungan.
Menurutnya, terdapat empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui kegiatan tersebut. Pertama, meningkatkan jumlah dan kualitas Kampung ProKlim di Kabupaten Jombang. Kedua, mengoptimalkan peran masyarakat melalui Gerakan Sampah Sayang dalam memilah dan mengolah sampah dari sumbernya.
“Tujuan ketiga adalah meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat dari hasil pengolahan sampah melalui sistem tabungan sampah yang lebih efektif,” sebutnya.
Sedangkan tujuan keempat, lanjutnya, adalah mendukung pencapaian indikator Program Kampung Iklim, khususnya pada aspek mitigasi perubahan iklim melalui pengolahan sampah berbasis masyarakat.
“Smart Card Beresin Sampah diharapkan mampu membuat aktivitas bank sampah menjadi lebih tertib, transparan dan mudah dipantau. Masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga mendapatkan nilai ekonomi dari sampah yang mereka pilah dan kumpulkan,” tandasnya.
Ulum menegaskan, pengelolaan sampah harus dimulai dari sumbernya. Dengan sistem yang lebih tertib, masyarakat dapat mengetahui pencatatan sampahnya sekaligus manfaat ekonomi yang diperoleh.
Ia berharap penerapan Smart Card Beresin Sampah dapat semakin memperkuat keberadaan bank sampah di tingkat masyarakat dan mendorong semakin banyak wilayah di Jombang berkembang menjadi Kampung ProKlim.
“Selain itu, kami juga berharap partisipasi masyarakat semakin meningkat, sehingga pengelolaan sampah tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan iklim,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






