Jombang, Gerdupapak.com – Puncak BKAD (Badan Kerjasama Antar Desa) Festival 2026 Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Mengusung tema “Bersinergi Membangun Diwek Lebih Baik”, menghadirkan berbagai kegiatan, diantaranya bazar Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Gerakan Pangan Murah, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta Gelar Kreasi Taman Posyandu dari 20 desa se-Kecamatan Diwek.
Apresiasi yang setinggi tingginya kepada BKAD Kecamatan Diwek beserta seluruh pihak yang telah menyukseskan rangkaian kegiatan tersebut, mulai dari Turnamen Bola Voli BKAD Cup 2.0, Jagongan Gayeng Kota Santri, hingga puncak festival. Hal ini disampaikan Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Jombang, Yuliati Nugrahani Warsubi, ketika sambutan di halaman Kecamatan Diwek, Rabu (28/10/2026).
Menurut Yuliati, tema yang diusung mengandung pesan penting bahwa pembangunan daerah membutuhkan kerja sama dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah, kader PKK, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, hingga masyarakat.
“Pemerintah, PKK, kader, pelaku UMKM, tenaga kesehatan, dan masyarakat harus bergerak bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, dan sejahtera,” ujarnya.
Ia menilai, beragam kegiatan yang diselenggarakan dalam BKAD Festival 2026 merupakan wujud nyata kepedulian terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Bazar UMKM diharapkan mampu mendorong perkembangan usaha lokal, sedangkan Gerakan Pangan Murah dapat membantu meringankan kebutuhan rumah tangga.
Sementara itu, pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menumbuhkan kepedulian sosial.
Yuliati secara khusus mengapresiasi pelaksanaan Gelar Kreasi Taman Posyandu se-Kecamatan Diwek yang mengangkat tema “Bersinergi untuk Kesehatan, Edukasi dan Tumbuh Kembang Anak Indonesia”.
Kegiatan tersebut juga membawa semangat “Kreativitas Kader, Senyum Balita: Sehat Sejak Dini, Cerdas Sejak Kecil, Bahagia Bersama Taman Posyandu”.
Menurutnya, anak-anak merupakan generasi penerus yang harus dipersiapkan sejak dini. Karena itu, keberadaan Taman Posyandu tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan pendampingan bagi tumbuh kembang anak.
“Anak-anak adalah generasi penerus yang harus kita persiapkan sejak dini. Karena itu, Taman Posyandu tidak hanya menjadi tempat pelayanan kesehatan, tetapi juga ruang edukasi dan pendampingan bagi tumbuh kembang anak,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kader Taman Posyandu atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Yuliati mengajak para orang tua untuk memastikan anak-anak mendapatkan asupan gizi yang baik, kasih sayang, stimulasi, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan mereka secara optimal.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa PKK memiliki peran penting dalam memperkuat keluarga sebagai fondasi utama pembangunan masyarakat. Sinergi kader PKK, posyandu, dan organisasi perempuan perlu terus ditingkatkan untuk mendukung kesehatan keluarga, pendidikan anak, ketahanan pangan, serta pengembangan ekonomi keluarga.
“Saya berharap BKAD Festival 2026 menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan dan membangun kerja sama yang berkelanjutan. Mari kita bawa semangat ini ke lingkungan masing-masing, dimulai dari keluarga, desa, hingga seluruh Kecamatan Diwek,” tuturnya.
Ia optimistis, melalui semangat gotong royong dan komitmen bersama, masyarakat dapat semakin sehat, UMKM semakin berdaya, anak-anak tumbuh optimal, serta keluarga semakin sejahtera.
Sementara itu, Ketua BKAD Kecamatan Diwek, Mochamad Saifur, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan sepanjang 2026 dirancang untuk memperkuat sinergi antarlembaga, meningkatkan kebersamaan aparatur desa, serta mendorong kesejahteraan masyarakat.
Menurut Saifur, terdapat empat pilar kegiatan utama yang menjadi bagian dari rangkaian program BKAD Kecamatan Diwek, yakni Jaga Desa, BKAD Cup, Jaga Kota Santri atau Jagongan Gayeng Kota Santri, serta BKAD Festival 2026.
Program Jaga Desa dilaksanakan melalui kolaborasi dengan kejaksaan dan Kepolisian Resor (Polres) Jombang. Kegiatan ini berfokus pada sosialisasi dan pendampingan tata kelola anggaran desa agar berjalan secara transparan dan akuntabel.
Selanjutnya, BKAD Cup menjadi wadah untuk mempererat kebersamaan dan menjunjung sportivitas di antara aparatur pemerintahan desa. Kompetisi olahraga tersebut melibatkan kepala desa beserta perangkat desa se-Kecamatan Diwek.
Adapun Jaga Kota Santri atau Jagongan Gayeng Kota Santri menjadi forum untuk menyerap aspirasi sekaligus mengidentifikasi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat di desa-desa. Kegiatan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), Ketua DPRD Kabupaten Jombang beserta anggota, serta unsur perangkat daerah.
“Rangkaian kegiatan ini kami harapkan dapat memperkuat sinergi antarpihak, meningkatkan kebersamaan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kecamatan Diwek,” jelasnya.
Ia menambahkan, puncak BKAD Festival 2026 mengedepankan pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui bazar yang melibatkan sekitar 20 stan UMKM dari desa-desa di Kecamatan Diwek. Kegiatan tersebut juga didukung dengan Gerakan Pangan Murah yang melibatkan Bulog atau ketahanan pangan setempat.
“Selain menyediakan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal, kami juga membagikan kupon belanja gratis kepada peserta posyandu dalam rangkaian Gelar Kreasi Taman Posyandu dari 20 desa. Kupon tersebut dapat digunakan untuk berbelanja di stan UMKM yang berpartisipasi,” paparnya.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut terlihat dari tingginya minat pengunjung. Bahkan, salah satu stan produk kuliner dilaporkan habis terjual dalam waktu sekitar satu jam.
Tidak hanya berfokus pada ekonomi, BKAD Festival 2026 juga menghadirkan layanan pemeriksaan kesehatan gratis yang melibatkan dua puskesmas setempat serta kegiatan donor darah bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI).
Saifur berharap BKAD Festival dapat terus dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak sehingga manfaatnya semakin luas bagi masyarakat.
“Harapan kami, BKAD Festival ini dapat terus melibatkan lebih banyak pihak dan menjadi kegiatan yang positif bagi kita semua. Di sini ada olahraga, pemberdayaan UMKM, hingga edukasi kesehatan bagi masyarakat,” harapnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Kecamatan Diwek diharapkan mampu memperkuat kolaborasi lintas sektor, mengembangkan ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesadaran kesehatan masyarakat, serta mempererat silaturahmi antarwarga. Pungkasnya. (Rud/Nyf)






