Jombang, Gerdupapak.com – Warga Dusun Cepit, Desa Klitih, Kecamatan Plandaan, Kabupaten Jombang, akhirnya dapat merasakan akses jalan yang lebih layak setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan yang sulit dilalui, terutama saat musim hujan. Pembangunan infrastruktur melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 menjadi harapan baru bagi masyarakat untuk meningkatkan kelancaran mobilitas dan aktivitas sehari-hari.
Tidak hanya membangun jalan sepanjang 1.338 meter, program TMMD ke-130 juga menyasar peningkatan kualitas hunian melalui program rehabilitasi 10 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) serta pembangunan 6 unit fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK). Berbagai program tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat di wilayah pedesaan.
Sebelum dilakukan pembangunan, kondisi jalan menuju Dusun Cepit kerap berlumpur ketika hujan turun. Jalan yang sebelumnya berupa tanah kemudian diperkeras menggunakan material makadam. Namun, kondisi tersebut belum sepenuhnya memudahkan warga, terutama pengendara sepeda motor yang harus melewati jalur licin dan sulit dilalui.
Kondisi jalan yang buruk telah dirasakan masyarakat sejak bertahun-tahun lalu. Bahkan, sejak sekitar 2016, warga masih harus menghadapi kesulitan ketika melintasi jalan tersebut, khususnya saat musim hujan. Hal ini disampaikan secara langsung oleh Ketua RT 1 RW 6 Dusun Cepit, Taman ketika diwawancarai, Kamis (29/10/2026).
“Kalau musim hujan, sepeda motor tidak bisa dinaiki melewati jalan itu. Warga terpaksa meninggalkan motor di bagian makadam, kemudian berjalan kaki. Kalau mengantar anak, terkadang harus digendong,” ucapnya.
Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada jajaran TNI yang telah melaksanakan pembangunan jalan melalui program TMMD ke-130. Menurutnya, pembangunan tersebut membawa perubahan besar bagi masyarakat Dusun Cepit yang selama ini mendambakan akses jalan lebih baik.
“Atas nama masyarakat Dusun Cepit, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak-bapak TNI melalui program TMMD. Sekarang kondisi jalan sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya,” ujarnya.
Taman menyebutkan, pembangunan jalan tersebut mencapai panjang 1.338 meter. Meski demikian, ia berharap pembangunan dapat dilanjutkan pada tahun berikutnya.
“Harapan kami, mudah-mudahan tahun depan pembangunan bisa dilanjutkan di tengah permukiman, sehingga akses masyarakat semakin baik,” harapnya.
Berdasarkan keterangan Taman, Dusun Cepit saat ini dihuni sekitar 33 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sebanyak 81 jiwa. Ia berharap perbaikan infrastruktur tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi seluruh masyarakat, terutama dalam menunjang kegiatan pendidikan, perekonomian, dan aktivitas sosial warga.
Kebahagiaan atas pembangunan jalan juga dirasakan Suripno, salah seorang warga Dusun Cepit berusia 57 tahun. Ia mengaku bersyukur karena jalan yang selama ini sulit dilalui kini menjadi lebih nyaman setelah diperbaiki melalui program TMMD ke-130 Tahun 2026.

Suripno menceritakan, sebelum diperbaiki, jalan menuju dusunnya menjadi berlumpur ketika musim hujan. Kondisi tersebut membuat perjalanan warga membutuhkan waktu lebih lama dan menyulitkan mereka yang hendak bepergian ke luar dusun.
“Dulu kalau mau ke Pojok Klitih bisa sampai satu jam. Sekarang setelah jalan diperbaiki, naik motor sekitar 15 menit sudah sampai. Jadi, sangat menghemat waktu,” tutur Suripno.
Kesulitan juga dirasakan ketika warga membutuhkan layanan kesehatan. Saat kondisi jalan berlumpur dan sulit dilalui kendaraan, warga yang hendak menuju rumah sakit terpaksa menggunakan sepeda motor terlebih dahulu hingga mencapai lokasi yang bisa dijangkau mobil. Setelah itu, perjalanan dilanjutkan menggunakan mobil menuju fasilitas kesehatan.
“Kondisi tersebut cukup menyulitkan masyarakat, terlebih ketika hujan turun dan kendaraan tidak dapat melintasi jalan menuju dusun,” sebutnya.
Karena itu, ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada jajaran TNI serta semua pihak yang terlibat dalam pembangunan infrastruktur tersebut.
“Saya mewakili masyarakat Dusun Cepit mengucapkan terima kasih karena jalannya sudah diperbaiki. Kami sangat senang. Sekarang bisa merasakan jalan yang nyaman setelah sekian lama,” paparnya.
Pembangunan jalan sepanjang 1.338 meter, rehabilitasi 10 unit RTLH, serta pembangunan 6 unit MCK menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program TMMD ke-130 Tahun 2026.
Perbaikan jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan akses terhadap pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kegiatan ekonomi. Sementara itu, program rehabilitasi rumah tidak layak huni dan pembangunan MCK diharapkan dapat mendukung terciptanya tempat tinggal serta lingkungan yang lebih sehat dan layak.
Bagi masyarakat Dusun Cepit, pembangunan tersebut bukan sekadar perubahan kondisi fisik wilayah, melainkan juga harapan baru untuk menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.
Melalui sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, program TMMD diharapkan mampu mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. (Rud/Nyf).






