Jombang, Gerdupapak.com – Pemerintah Kabupaten Jombang melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus mendorong peningkatan kualitas Pendidikan Kesetaraan agar tidak hanya berorientasi pada pencapaian ijazah, tetapi juga mampu membekali peserta didik dengan keterampilan, karakter, kreativitas, serta kemandirian.
Pendidikan merupakan investasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pemerintah berkomitmen memastikan masyarakat memperoleh kesempatan mendapatkan pendidikan yang bermutu, termasuk melalui jalur Pendidikan Non Formal. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang Wor Windari ketika sambutan di Halaman Kantor Disdikbud Jombang, Rabu (9/9/2026).
“Pendidikan Kesetaraan memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi masyarakat yang belum memperoleh maupun belum menyelesaikan pendidikan formal. Namun, pendidikan kesetaraan tidak boleh hanya dimaknai sebagai jalan untuk mendapatkan ijazah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pendidikan harus mampu membekali peserta didik dengan pengetahuan, keterampilan, karakter, kreativitas, kemandirian, serta kemampuan menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. Selain itu penguatan kemampuan literasi dan numerasi menjadi bagian fundamental dalam proses tersebut.
“Literasi dan numerasi, bukan sekadar kemampuan membaca, menulis dan berhitung. Lebih jauh, keduanya merupakan kecakapan untuk memahami informasi, berpikir kritis, memecahkan persoalan, mengambil keputusan, serta menerapkan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.
Wor Windari mengatakan, Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi, Numerasi Pendidikan Kesetaraan 2026 menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan mutu Pendidikan Kesetaraan di Kabupaten Jombang.
Lanjutnya, apresiasi juga diberikan terhadap rangkaian kegiatan festival yang menghadirkan pameran hasil karya peserta didik serta pentas seni
“Pameran karya menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Peserta didik diberikan ruang untuk berkreasi, berinovasi, mengembangkan keterampilan hingga menghasilkan karya yang memiliki nilai manfaat,” paparnya.
Sementara itu, pentas seni dinilai bukan sekadar menjadi hiburan. Di dalamnya terdapat proses pendidikan yang dapat membangun kepercayaan diri, keberanian tampil, kreativitas, kedisiplinan, kemampuan bekerja sama, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap seni dan budaya.
“Kami berharap para peserta didik Paket A, Paket B dan Paket C dapat memanfaatkan festival ini sebagai ruang untuk menunjukkan potensi terbaik sekaligus meningkatkan kepercayaan diri. Semoga Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi, Numerasi Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan kesetaraan di Kabupaten Jombang,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang PAUD dan PNF Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Maria Ulfa, menjelaskan bahwa Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Pendidikan Kesetaraan Tahun 2026 dirancang sebagai wadah apresiasi sekaligus aktualisasi peserta didik.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, meningkatkan kepercayaan diri, kreativitas dan kemandirian, hingga memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenalkan dan mempromosikan hasil karya serta produk keterampilan atau vokasional,” ungkapnya.
Selain itu, kegiatan juga diarahkan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dalam mengomunikasikan ide, gagasan dan hasil karya, sekaligus melestarikan serta memperkenalkan seni dan budaya lokal Kabupaten Jombang.
“Gebyar Sarasehan dan Festival Literasi Numerasi Kesetaraan Tahun 2026 diselenggarakan sebagai wadah untuk memberikan apresiasi sekaligus ruang bagi peserta didik pendidikan kesetaraan untuk belajar, berbagi pengalaman, berkarya, berkreasi dan menunjukkan berbagai potensi yang dimiliki,” kata Maria Ulfa.
Ia menyampaikan, kegiatan tersebut diikuti oleh 26 satuan pendidikan kesetaraan, yang terdiri dari 2 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan 24 PKBM di Kabupaten Jombang.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut juga digelar pameran yang menghadirkan 30 stan. Sebanyak 26 stan berasal dari SKB dan PKBM se-Kabupaten Jombang, sedangkan empat stan lainnya berasal dari lembaga dan organisasi mitra pendidikan.
Empat unsur mitra tersebut yakni Ikatan Guru Taman Kanak-Kanak Indonesia (IGTKI), Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI), Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), serta Pusat Kegiatan Gugus (PKG).
Maria Ulfa menjelaskan, 26 stan dari SKB dan PKBM menampilkan berbagai hasil karya serta produk keterampilan peserta didik yang dikembangkan melalui proses pembelajaran maupun kegiatan keterampilan dan vokasional di masing-masing satuan pendidikan.
“Produk yang ditampilkan merupakan hasil karya peserta didik yang dikembangkan melalui proses pembelajaran dan kegiatan keterampilan atau vokasional di masing-masing satuan pendidikan,” jelasnya.
Selain pameran, kegiatan juga diramaikan dengan pentas seni yang diikuti oleh 26 penampilan dari peserta didik SKB dan PKBM se-Kabupaten Jombang.
“Keberadaan pentas seni menjadi salah satu rangkaian utama yang mempertemukan unsur pendidikan, kreativitas dan kebudayaan dalam satu kegiatan,” pungkasnya. (Rud/Nyf).






